Minggu, 07 November 2010


cinta memberi inspirasi untuk hidup yang lebih baik bukan untuk menghancurkan impian sejati yang kita inginkan semangat untuk mendapatkan cinta yang berarti untuk hidup kita yang sesungguhnya
knp membuat cinta untuk sulit diraih .mungkin hanya bisa bertahan untuk mendapatkan cinta berikutnya
kata dan keindahan untuk kita sang pencari cinta sejati dalam impian yang mungkin terluka dari
untuk hidup kita

Selasa, 28 September 2010

keindahan atas cinta sejati tak diharapkan oleh kata kata yang dimengerti namun ku bisa bertahan
atas cinta sejati yang mungkin ada didepan kita .
akan kah kita berhenti karena cinta tak ada harapan ataukah kita kan terus mencari tanpa henti

Senin, 23 Agustus 2010

MATAHARI CINTA

SENJA telah menyapa hidup kita saat kita mersa sadar aats datang nya kehidupan yang memenuhi impian atas cinta sejati yang mungkin kita harapkan oleh sang ada dlm kerinduan yang tak dimengerti oleh cinta
biarkan kata kata itu tersenyum dan membuat kerinduan itu datang menuju harapan dan kasih sayang muncul dengan sendirinya atau kah hanya allah yang bisa memberi petunjuk kepada dirinya mungkin kah ada pangertian itu datang
datang dan pergi menjauh dari keindahan yang tak diharapkan oleh kata kata yang mungkin pergi menjauhkan dirinya seperti lalat yang terluka oleh pukulan
mungkinkah ada satu kata terucap ataukah ada harapan atas kerinduan

Sabtu, 21 Agustus 2010

matahari

setelah sekian lama tak pernah bicara akhirnya dia pun bicara kepada sang cahaya tapi hanya harapan yang mungkin akan aku dapatkan tapi mungkin masih jauh untuk diharapkan tapi ,mungkin hanya awal permulaan untuk menuju impian yang mungkin dapat terwujud insyaallah

Minggu, 30 Mei 2010

* Sportivo Depan
* Total Football
* Liga Indonesia
* Arena Jatim
* Sportainment
* Total Sport
* Basketball
* Motorsport

[ Minggu, 30 Mei 2010 ]
Menjaga Kesucian Kompetisi
Catatan CANDRA WAHYUDI, Wartawan Jawa Pos

Kompetisi adalah persaingan. Ada yang menang, ada yang kalah. Tapi, bukan berarti ada yang harus dimenangkan atau ada yang harus dikalahkan. Biarkanlah menang dan kalah itu lahir dari perjuangan di atas lapangan.

Tanpa persaingan, kompetisi menjadi tak berarti. Kompetisi tidak berarti kalau sang pemenang sudah ditentukan. Kompetisi tidak bernilai bila ada tim yang dipaksa untuk kalah. Kompetisi tidak lagi membanggakan kalau promosi dan degradasi ditiadakan.

Sekali lagi, kompetisi adalah persaingan. Karena itu, tugas otoritas sepak bola nasional adalah menciptakan dan melaksanakan kompetisi dengan baik dan benar. Ya, baik dan benar. Baik saja tidak cukup. Tapi, kompetisi harus dijalankan dengan benar. Aturan yang sudah ditetapkan dan disepakati harus dijalankan tanpa pandang bulu! Tidak boleh ada penelikungan regulasi.

Celakanya, kompetisi sepak bola di Indonesia masih saja kental dengan aroma tidak sedap itu. Aturannya sudah sangat jelas dan tegas. Tapi, masih saja ada upaya untuk mengingkarinya. Lihat saja bagaimana PSSI dengan enteng dan tanpa malu meniadakan degradasi beberapa musim lalu. Di lain kesempatan, mereka dengan enaknya mengangkut sejumlah tim untuk sama-sama promosi. Hancurlah kompetisi.

Bukannya berakhir, indikasi praktik-praktik kotor tersebut justru tumbuh subur. Sinyal itu kembali mencuat jelang berakhirnya kompetisi musim ini. Ketika pertarungan beberapa tim untuk menghindari degradasi tengah seru-serunya, eh kabar tak sedap merebak. Katanya, ada upaya untuk melengserkan tim tertentu. Di sisi lain, ada langkah taktis untuk menyelamatkan tim lain.

Benarkah? Sulit memang membuktikannya. Namun, melihat realitas di lapangan, tudingan itu bisa saja benar. Keputusan Komisi Disiplin (Komdis)PSSI menganulir sanksi untuk Persik Kediri sungguh mengundang tanda tanya besar. Komding membatalkan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menghukum Persik dengan kekalahan 0-3 dan denda Rp 25 juta karena gagal menggelar pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada 29 April lalu.

Tidak ada yang salah pada vonis komdis. Keputusan itu sudah sesuai dengan pasal 26 ayat 6 Manual Liga Indonesia. Sebelumnya, komdis memberikan hukuman serupa kepada Persija Jakarta yang tak mampu melaksanakan pertandingan melawan Persiwa Wamena.

Dampak keputusan komding sangat serius. Peta persaingan di zona degradasi menjadi tak keruan. Persik yang seharusnya sudah terdegradasi kini punya peluang selamat. Di sisi lain, Persebaya ganti terancam. Sangat terancam. Bukan tidak mungkin Persebaya dengan sukses tersingkir dari pentas Indonesia Super League (ISL).

Tapi, masih ada "skenario" lain. Persebaya "dipaksa" untuk degradasi, sangat mungkin iya. Tapi, apakah itu berarti menyelamatkan Persik? Bisa iya, bisa juga tidak. Tidak mudah bagi Persik lepas langsung dari jerat degradasi. Justru yang punya kans selamat dari degradasi adalah Pelita Jaya.

Jangan salah, Pelita Jaya adalah klub yang punya hubungan sangat spesial dengan tokoh-tokoh sepak bola tanah air. Bila "skenarionya" mulus, Pelita Jaya akan finis di peringkat ke-15 klasemen akhir ISL. Artinya, mereka berkesempatan bertahan asal nanti memenangi playoff melawan tim peringkat keempat Divisi Utama. Kalau "skenarionya" seperti itu, Persik dan Persebaya berdampingan mengiringi Persitara turun kasta.

Saya sungguh tak tahu "skenarionya" seperti apa. Bisa jadi seperti itu, bisa juga ada "skenario" lain. Apa lagi? Kali ini menyangkut agenda promosi tim-tim Divisi Utama. Manual Liga Indonesia dengan sangat jelas menegaskan bahwa tiga tim teratas Divisi Utama berhak promosi ke ISL. Sedangkan tim peringkat keempat playoff melawan tim peringkat ke-15 ISL.

Eh, ternyata ada selentingan bahwa "skenarionya" tidak seperti itu. Masih ingat dengan tim-tim peserta babak delapan besar Divisi Utama? Ya, kabarnya, delapan tim tersebut akan dipromosikan. Semuanya!

Artinya, peserta ISL akan bertambah. Apalagi kalau proses degradasi di ISL juga dibatalkan. Kontestan ISL bakal semakin gemuk. Tapi, bukan masalah. Toh, bisa saja kompetisi dipecah (lagi) menjadi dua atau tiga wilayah.

Regulasi memang tidak memungkinkan lahirnya "skenario" seperti itu. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola Indonesia. Apalagi, kita punya track record yang bagus untuk urusan melanggar aturan dan mengakali kompetisi. (*)


itukah yang terjadi skrg
persebaya dikecewakan oleh pssi kecewa dan kecewa mendengar perubahan keputusan komding pssi

Sabtu, 29 Mei 2010

Sabtu, 08 Mei 2010

cinta yang tak dimengerti


keindahan kata yang mungkin tak diharapkan oleh kata kata dan pandangan dirinya tentang impianya dimasa depan yang mungkin semua orang pun tahu bermimpi atas cinta sejati dalam kerinduan yang tak diharapkan yang mungkin tak ada yang dimengerti oleh cinta sejati
keindahan atas kerinduan yang mungkin sulit untuk dikatakan pada sang mentari yang jauh atas bayangan kata kata yang ada dlm hati