Minggu, 08 Juni 2008

spirit for love

dalam mimpi dalam cahaya
mungkinkah ada cinta

dalam nyata untuk cahaya
dalam kata cinta sejati
adakah dia mengerti
arti cinta sejati

semangat

bayanga kerinduan yang jauh
sulit untuk diungkapkan dalam senyuman cinta
tak terikat oleh cinta sejati
dalam cinta sejati
menjadi kan cahaya sebagai inspirasi
buat kita

Minggu, 01 Juni 2008

menggunakan waktu

Ditulis pada Nopember 30, 2007 oleh Ainu Amri Tanjung

Artikel Buletin An-Nur :

Menghemat Dan Memanfaatkan Waktu
Rabu, 07 April 04

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang amal yang paling utama: “Yaitu yang lebih tinggi nilai ketundukannya kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi hamba”.

Berikut ini adalah beberapa kiat mengisi waktu luang dan dimulai dari yang utama kemudian berangsur sampai ke perkara-perkara mubah:

1. Mengahafal dan mempelajari kitabullah

Allah berfirman, artinya: “Sesung-guhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Fathir: 30)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an kemudian mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah juga bersabda, artinya: “Kepada Ahli Al-Qur’an dikatakan, “bacalah dan naiklah! Urutkan sebagaimana engkau mengurutkan di dunia, maka sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca”. (HR. Abu Daud, hasan shahih)

Allah memudahkan Anda yang mau menghafal sebagaimana firman-Nya, artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran” (Al-Qomar:17))

2. Membaca buku/kitab yang bermanfaat

Allah berfirman, artinya: “Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang berilmu beberapa derajat” (QS: Al-Mujadilah: 11)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sesungguhnya penuntut ilmu dinaungi oleh para Malaikat dengan sayap mereka.” (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)

Imam Ahmad berkata “Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada kepada makan dan minum, karena seseorang butuh makan dan minum sehari sekali atau dua kali, sedang kebutuhannya pada ilmu adalah sejumlah nafasnya”.

3. Dzikrullah

Ia merupakan amalan yang mudah, tanpa biaya maupun susah payah, padahal pahala dan keutamaannya sangat banyak. Allah berfirman, artinya: “Ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (Al-Baqarah: 152)

Rasul bersabda, artinya: “Maukah kalian kuberitahu amalan yang paling baik dan paling suci menurut Sang Pemilikmu, mengangkat derajatmu, lebih baik dari infak emas dan uang dan lebih baik dari beperang membunuh musuh kemudian kamu ditebas lehermu? Mereka berkata “Ya, duhai Rasul? Beliau bersabda, “Yaitu dzikir kepada Allah Ta’ala” (HR. At-Tirmidzi)

Terutama dzikir pagi dan sore dan pada setiap memulai atau mengakhiri pekerjaan.

4. Jihad ( wisata umat Islam)

Umat yang paling mulia ini memiliki rihlah dan tamasya yang sejati, sebagaimana sabada Nabi , yang artinya: “Tamasya/pesiarnya umatku adalah berjihad (berjuang di jalan Allah)” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)

Rasul juga bersabda: “Satu pagi atau satu sore hari di jalan Allah adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya” (HR. Al-Bukhari)
Ia menjanjikan kemenangan dan kejayaan di dunia dan yang paling pasti di akhirat, dengan syahid tanpa hisab, tanpa siksa kubur, dan masuk surga.
Allah berfirman, artinya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (Al-Anfal: 60)

5. Bekerja sama dalam berdakwah

Allah berfirman, artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”(QS. 3:110)

Rasul bersabda: “Siapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia merubahnya dengan tangan, jika tidak mampu maka dengan lisan, jika tidak mampu maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim)
Rasul juga bersabda, artinya: “Sampaikan dariku meskipun satu ayat” HR. Al-Bukhari)

Sungguh kita tahu bahwa musuh Islam telah mengatur siasat dan strategi dengan baik, maka wajiblah kita meningkatkan usaha keras kita membela agama Allah.

6. Menunaikan Amalan Sunnah

Amalan-amalan sunnah dapat melengkapi kekurangan pada ibadah yang wajib dan dapat mengangkat derajat di sisi Allah.

Allah berfirman (dalam hadits Qudsi), yang artinya: “Siapa yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya, tiada sarana pendekatan padaKu yang paling Aku cintai bagi hambaKu melebihi apa yang Aku wajibkan padanya. HambaKu tiada hentinya mendekatiKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku menyin-tainya.” (HR. Al-Bukhari)

Berusahalah semampu Anda untuk berlomba menunaikan amalan sunnah dari shalat, shadaqah, puasa dan lain-lain.

7. Menghadiri ceramah atau pengajian

Rasulullah bersabda: “Tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu masjid Allah dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, ketenangan turun kepada mereka dan rahmat tercurah, serta Allah membangga-banggakan mereka kepada malaikat yang ada disisiNya”. (HR. Muslim)

8. Ziarah Masjidil Haram dan Umrah

Rasulullah bersabda: “Satu umrah ke umrah yang lain adalah pelebur (dosa) antara keduanya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Begitu besar pahala shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melebihi masjid di seluruh dunia,disana banyak sarana mencapai hidayah Allah.

9. Mendengarkan kaset /CD

Baik itu ceramah keagamaan atau murattal Al-Qur’an, kemudian jika perlu dibuat catatan dan ringkasan yang rapi, ini sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.

10. Mengunjungi orang-orang shaleh di dalam atau di luar kota

Rasulullah mengisahkan: “Seorang menziarahi temannya di desa lain, di tengah perjalanan Allah mengutus malaikat menyertainya, datang dan bertanya: “Anda mau pergi kemana?” ia menjawab, “ke saudara di desa sana”, “Apakah karena satu kenikmatan yang Anda inginkan? Ia menjawab: “Tidak, saya hanya menyintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla” . Malaikat berkata: “Sesungguhnya saya adalah utusan Allah (mengabarkan) sesungguh-nya Allah telah menyintai Anda sebagaimana Anda telah menyintainya karena Dia” (HR. Muslim)

11. Silaturrahmi

Sanak kerabat, teman, dengan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, mereka itulah yang di puji Allah dalam firmanNya, artinya: “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. 13:21)

Rasullah bersabda: “Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia bersilturahmi” (HR. Al-Bukhari Muslim)

12. Ziarah rumah sakit dan kuburan

Dimana kita dapatkan pahala yang agung, mendo’akan dan menghibur orang sakit, sedangkan tentang kuburan Rasulullah n bersabda, artinya: “Ziarahi ia (kuburan), karena sesungguhnya ia mengingatkan kamu pada Akhirat” (HR. Muslim)

13. Mengadakan penelitian

Menyusun ikhtisar dari suatu buku atau kaset atau bisa juga melakukan study lapangan mengenai berbagai perkembangan yang ada kemudian hasilnya kita berikan kepada pihak yang sekiranya membutuhkan, siapa tahu bisa dipublikasikan dan akan sangat banyak manfaatnya.

14. Membantu orang lain

Rasulullah bersabda, artinya: “Jika seseorang kalian berjalan bersama saudaranya untuk memenuhi kebutuhan-nya dan menunjukkan dengan jarinya maka itu lebih utama dari pada ber’itikaf di dalam masjidku (An-Nabawi) ini selama dua bulan” (HR. At-Thabrani)

Beliau juga bersabda, artinya: “Siapa yang melepaskan kesulitan seseorang mukmin dari urusan dunia maka Allah melepaskannya dari kesulitan di hari Kiamat” (Muttafaq ‘alaihi)

15. Bepergian ke negara-negara Islam

Baik untuk tujuan dakwah, merenungi ciptaan Allah atau tujuan-tujuan lain yang dibolehkan. Selain itu juga dapat menghilangkan kepenatan, menambah relasi bisnis, ilmu dan budaya.

16. Membuka perpustakaan umum di masjid-masjid

Kemudian menyelenggarakan seminar, forum-forum ilmiah, diskusi, majlis ta’lim atau halaqah disana yang ini semua akan menambah ilmu dan persaudaraan.

17. Kegiatan bisnis/berdagang dengan halal

Itulah pencaharian Nabi , khalifah beliau Abu Bakar, Umar, Utsman dan lain-lain yang mulia. Jangan sampai melakukan jual beli dengan cara-cara yang haram atau berdagang barang-barang yang dilarang.

Allah berfirman, artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka berte-baranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. 62:10)

18. Mengikuti kontrak kerja yang bermanfaat

Pada lapangan kerja yang halal bukan subhat atau haram, dalam lingkungan dan aturan yang baik(sesuai dengan syariat). Dengan niat yang ikhlas dan benar setiap usaha halal dapat bernilai ibadah.

19. Berlatih olah raga

Untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tubuh dengan catatan tidak melalaikan dan tidak melanggar batasan syar’i, juga untuk persiapan berjuang di jalan Allah, serta ketangguhan jiwa, sebab sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim bahwa bila jiwa lelah ia akan jemu/bosan, sesaat demi sesaat.

20. Mengikuti kursus-kursus

Meskipun dengan mengeluarkan biaya, dan tentunya juga harus melihat kemampuan. Manfaatnya jelas tidak diragukan seperti, agronomi, agro-bisnis, komputer, pertambangan, kelautan, kerajinan tangan/home industri, tata boga, merawat taman, yang mendatangkan manfaat dan rizki yang halal. Kemudian jika anda ternyata memiliki bakat tertentu, seperti khot (menulis indah), pertukangan, percetakan sablon dan lain-lain ada baiknya bila dikembangkan.

Disarikan dari waqafat ma’a al-waqti wa kaifa istiqhlal al-faraagh, Abdul Ilah bin Ibrahim Dawud
(Waznin Mahfudz)

sumber: www.alsofwah.or.id

menggunakan waktu

Ditulis pada Nopember 30, 2007 oleh Ainu Amri Tanjung

Artikel Buletin An-Nur :

Menghemat Dan Memanfaatkan Waktu
Rabu, 07 April 04

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata tentang amal yang paling utama: “Yaitu yang lebih tinggi nilai ketundukannya kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi hamba”.

Berikut ini adalah beberapa kiat mengisi waktu luang dan dimulai dari yang utama kemudian berangsur sampai ke perkara-perkara mubah:

1. Mengahafal dan mempelajari kitabullah

Allah berfirman, artinya: “Sesung-guhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Fathir: 30)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an kemudian mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah juga bersabda, artinya: “Kepada Ahli Al-Qur’an dikatakan, “bacalah dan naiklah! Urutkan sebagaimana engkau mengurutkan di dunia, maka sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca”. (HR. Abu Daud, hasan shahih)

Allah memudahkan Anda yang mau menghafal sebagaimana firman-Nya, artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran” (Al-Qomar:17))

2. Membaca buku/kitab yang bermanfaat

Allah berfirman, artinya: “Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang berilmu beberapa derajat” (QS: Al-Mujadilah: 11)
Rasulullah bersabda, artinya: “Sesungguhnya penuntut ilmu dinaungi oleh para Malaikat dengan sayap mereka.” (Shahih At-Targhib wa At-Tarhib)

Imam Ahmad berkata “Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada kepada makan dan minum, karena seseorang butuh makan dan minum sehari sekali atau dua kali, sedang kebutuhannya pada ilmu adalah sejumlah nafasnya”.

3. Dzikrullah

Ia merupakan amalan yang mudah, tanpa biaya maupun susah payah, padahal pahala dan keutamaannya sangat banyak. Allah berfirman, artinya: “Ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (Al-Baqarah: 152)

Rasul bersabda, artinya: “Maukah kalian kuberitahu amalan yang paling baik dan paling suci menurut Sang Pemilikmu, mengangkat derajatmu, lebih baik dari infak emas dan uang dan lebih baik dari beperang membunuh musuh kemudian kamu ditebas lehermu? Mereka berkata “Ya, duhai Rasul? Beliau bersabda, “Yaitu dzikir kepada Allah Ta’ala” (HR. At-Tirmidzi)

Terutama dzikir pagi dan sore dan pada setiap memulai atau mengakhiri pekerjaan.

4. Jihad ( wisata umat Islam)

Umat yang paling mulia ini memiliki rihlah dan tamasya yang sejati, sebagaimana sabada Nabi , yang artinya: “Tamasya/pesiarnya umatku adalah berjihad (berjuang di jalan Allah)” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)

Rasul juga bersabda: “Satu pagi atau satu sore hari di jalan Allah adalah lebih baik dari pada dunia dan isinya” (HR. Al-Bukhari)
Ia menjanjikan kemenangan dan kejayaan di dunia dan yang paling pasti di akhirat, dengan syahid tanpa hisab, tanpa siksa kubur, dan masuk surga.
Allah berfirman, artinya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (Al-Anfal: 60)

5. Bekerja sama dalam berdakwah

Allah berfirman, artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”(QS. 3:110)

Rasul bersabda: “Siapa diantara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia merubahnya dengan tangan, jika tidak mampu maka dengan lisan, jika tidak mampu maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim)
Rasul juga bersabda, artinya: “Sampaikan dariku meskipun satu ayat” HR. Al-Bukhari)

Sungguh kita tahu bahwa musuh Islam telah mengatur siasat dan strategi dengan baik, maka wajiblah kita meningkatkan usaha keras kita membela agama Allah.

6. Menunaikan Amalan Sunnah

Amalan-amalan sunnah dapat melengkapi kekurangan pada ibadah yang wajib dan dapat mengangkat derajat di sisi Allah.

Allah berfirman (dalam hadits Qudsi), yang artinya: “Siapa yang memusuhi kekasih-Ku maka Aku umumkan perang kepadanya, tiada sarana pendekatan padaKu yang paling Aku cintai bagi hambaKu melebihi apa yang Aku wajibkan padanya. HambaKu tiada hentinya mendekatiKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku menyin-tainya.” (HR. Al-Bukhari)

Berusahalah semampu Anda untuk berlomba menunaikan amalan sunnah dari shalat, shadaqah, puasa dan lain-lain.

7. Menghadiri ceramah atau pengajian

Rasulullah bersabda: “Tiadalah suatu kaum berkumpul di salah satu masjid Allah dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, ketenangan turun kepada mereka dan rahmat tercurah, serta Allah membangga-banggakan mereka kepada malaikat yang ada disisiNya”. (HR. Muslim)

8. Ziarah Masjidil Haram dan Umrah

Rasulullah bersabda: “Satu umrah ke umrah yang lain adalah pelebur (dosa) antara keduanya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Begitu besar pahala shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melebihi masjid di seluruh dunia,disana banyak sarana mencapai hidayah Allah.

9. Mendengarkan kaset /CD

Baik itu ceramah keagamaan atau murattal Al-Qur’an, kemudian jika perlu dibuat catatan dan ringkasan yang rapi, ini sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.

10. Mengunjungi orang-orang shaleh di dalam atau di luar kota

Rasulullah mengisahkan: “Seorang menziarahi temannya di desa lain, di tengah perjalanan Allah mengutus malaikat menyertainya, datang dan bertanya: “Anda mau pergi kemana?” ia menjawab, “ke saudara di desa sana”, “Apakah karena satu kenikmatan yang Anda inginkan? Ia menjawab: “Tidak, saya hanya menyintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla” . Malaikat berkata: “Sesungguhnya saya adalah utusan Allah (mengabarkan) sesungguh-nya Allah telah menyintai Anda sebagaimana Anda telah menyintainya karena Dia” (HR. Muslim)

11. Silaturrahmi

Sanak kerabat, teman, dengan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, mereka itulah yang di puji Allah dalam firmanNya, artinya: “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk”. (QS. 13:21)

Rasullah bersabda: “Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah dia bersilturahmi” (HR. Al-Bukhari Muslim)

12. Ziarah rumah sakit dan kuburan

Dimana kita dapatkan pahala yang agung, mendo’akan dan menghibur orang sakit, sedangkan tentang kuburan Rasulullah n bersabda, artinya: “Ziarahi ia (kuburan), karena sesungguhnya ia mengingatkan kamu pada Akhirat” (HR. Muslim)

13. Mengadakan penelitian

Menyusun ikhtisar dari suatu buku atau kaset atau bisa juga melakukan study lapangan mengenai berbagai perkembangan yang ada kemudian hasilnya kita berikan kepada pihak yang sekiranya membutuhkan, siapa tahu bisa dipublikasikan dan akan sangat banyak manfaatnya.

14. Membantu orang lain

Rasulullah bersabda, artinya: “Jika seseorang kalian berjalan bersama saudaranya untuk memenuhi kebutuhan-nya dan menunjukkan dengan jarinya maka itu lebih utama dari pada ber’itikaf di dalam masjidku (An-Nabawi) ini selama dua bulan” (HR. At-Thabrani)

Beliau juga bersabda, artinya: “Siapa yang melepaskan kesulitan seseorang mukmin dari urusan dunia maka Allah melepaskannya dari kesulitan di hari Kiamat” (Muttafaq ‘alaihi)

15. Bepergian ke negara-negara Islam

Baik untuk tujuan dakwah, merenungi ciptaan Allah atau tujuan-tujuan lain yang dibolehkan. Selain itu juga dapat menghilangkan kepenatan, menambah relasi bisnis, ilmu dan budaya.

16. Membuka perpustakaan umum di masjid-masjid

Kemudian menyelenggarakan seminar, forum-forum ilmiah, diskusi, majlis ta’lim atau halaqah disana yang ini semua akan menambah ilmu dan persaudaraan.

17. Kegiatan bisnis/berdagang dengan halal

Itulah pencaharian Nabi , khalifah beliau Abu Bakar, Umar, Utsman dan lain-lain yang mulia. Jangan sampai melakukan jual beli dengan cara-cara yang haram atau berdagang barang-barang yang dilarang.

Allah berfirman, artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka berte-baranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. 62:10)

18. Mengikuti kontrak kerja yang bermanfaat

Pada lapangan kerja yang halal bukan subhat atau haram, dalam lingkungan dan aturan yang baik(sesuai dengan syariat). Dengan niat yang ikhlas dan benar setiap usaha halal dapat bernilai ibadah.

19. Berlatih olah raga

Untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tubuh dengan catatan tidak melalaikan dan tidak melanggar batasan syar’i, juga untuk persiapan berjuang di jalan Allah, serta ketangguhan jiwa, sebab sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim bahwa bila jiwa lelah ia akan jemu/bosan, sesaat demi sesaat.

20. Mengikuti kursus-kursus

Meskipun dengan mengeluarkan biaya, dan tentunya juga harus melihat kemampuan. Manfaatnya jelas tidak diragukan seperti, agronomi, agro-bisnis, komputer, pertambangan, kelautan, kerajinan tangan/home industri, tata boga, merawat taman, yang mendatangkan manfaat dan rizki yang halal. Kemudian jika anda ternyata memiliki bakat tertentu, seperti khot (menulis indah), pertukangan, percetakan sablon dan lain-lain ada baiknya bila dikembangkan.

Disarikan dari waqafat ma’a al-waqti wa kaifa istiqhlal al-faraagh, Abdul Ilah bin Ibrahim Dawud
(Waznin Mahfudz)

sumber: www.alsofwah.or.id

cerita tentang bola

ni menatap seorang cowok yang berada di tengah lapangan basket itu. Sosok yang dari tadi menyedot seluruh perhatian nya. Menatap cowok yang mampu membuat cewek-cewek histeris saat ia tersenyum, cowok yang mampu menguasai medam tempat ia berpijak. Genta, nama nya. Entah sejak kapan dewi fortuna menghampiri hidup Agni yang suram. Membuat cewek itu terpana saat Genta berharap bisa menjadi cowok nya. Itu terjadi 4 tahun lalu. Jauuuh sebelum Genta terkenal seperti sekarang.

Awalnya, Agni bisa nerima pilihan Genta dan temen-temen nya buat rekaman dan terkenal kayak sekarang. Tentu nya Agni juga bisa nerima segala konsekuensi nya. Tapi nyata nya keadaan jauh lebih buruk dari dugaan cewek itu. Beribu pasang mata, kamera, dan sindiran selalu menghampiri Agni selama 2 bulan ini. Pertama nya sih, Agni fine-fine aja ma kondisi ini. Tapi, lama-lama gossip nya mulai aneh. Ada yang bilang Agni tu hamil lah, kalo Agni tu selingkuhan nya Genta lah, Cuma mau melorotin Genta la, pokoknya macem-macem. Dan itu semua bikin Agni sakit ati. Belum lagi, sikap ramah Genta sama fans-fans nya membuat Agni takut dan cemburu. Sebisa mungkin Agni menarik diri nya dari Genta, tapi sebisa itu pula Genta membawa Agni masuk ke dunia nya yang baru.

“Rin, apa sebaiknya gue putus aja ya ma Genta? Kagak nahan gini terus!” tanya Agni saat ia dan sahabat nya, Karin sedang latihan basket di kampus mereka.

“Hah? Gila lo ya? Genta tu idola semua orang tau! Masa lo mau putusin gitu aja sih? Eh, tapi boleh juga tuh! Tapi, oporin ke gue ya…” cengir Karin.

“Gue serius nih, Rin!” teriak Agni saat ia memasukkan bola basket yang bulaaat itu ke dalam ring.

“Maap de! Yah, jangan sampe lah. Gue nggak pengen aja nge liet lo bedua putus. Lagian, udah 4 taun nih. Tanggung tau! Siapa tau kalo di pertahanin, bulan depan kalo jadi sarjana bisa langsung kawin. Iye kagak? Apa lagi kalo lo pts ma dia, gara-gara gossip murahan kayak yang ono? Weleh, pikirin 2 kali deh Ni’. Karin cerocos panjang lebar.

“Tapi, Rin. Lo liet sendiri kan? Genta tu nggak ada nunjukin rasa sayang nya ma gue. Dulu, nelpon tiap hari. Sekarang, sebulan cuma 2 kali. Itupun cuma sebentar. Gue lama-lama kesel juga, Rin!” Agni mengentak-ngentak kan bola basket itu ke lantai.

“Woi, kesel sih boleh aja. Inget bola siapa tuh! Baru beli tau’! Terserah lo Ni’! Gue cuma ngasih solusi ja. Yang jalanin kan elo! Elo harus bisa nentuin. Kalo lo masih cinta, lo harus bisa bertahan, seenggak nya lebih kuat dari yang sekarang.” Ucapan Karin terdengar serius kali ini. Tampak nya Agni berpikir keras, lalu berlari meninggalkan Karin.

“Woi, mo ke mana Neng?” teriak Karin bingung.

“Mo nyari Genta dulu. Bye!” jawab Agni tanpa menoleh.

* * *

“Ta, gue mau ngomong bentar ma lo. Ada waktu kan?” tanya Agni pada Genta saat jam kuliah usai.

“Duh Ni’, lo nggak bisa cari waktu yang tepat apa? Gue tuh nggak bisa. Lo tau kan, gue lagi banyak jumpa fans. Gimana kalo besok atau kapan-kapan aja? Ok, beib?” Genta terlihat cuek, lalu mengecup singkat kening Agni lalu pergi.

“Ta, gue pengen putus!” suara Agni terdengar lirih.

“Hah?” Genta segera berbalik.

“Gue pengen kita putus.” Tegas Agni sekali lagi.

“Lo bilang apa??? Putus? News Flash dear…belom ‘April’s fools day’ juga kali hari ini! So stop prankin’ me, okay?”

“I’m dead serious now, Ta. I want to break you.” Keheningan bertamu untuk sesaat di anatra mereka.

“Jelasin ke gue.” Genta mendadak serius.

“Selama ini, gue selalu sabar selalu jadi nomor dua buat lo. Gue ngerasa lo nggak pernah nganggap gue sebagai cewek lo. Daripada kita terikat, ngambang kayak gini, mendingan kita putus aja.”

“Hhh…Gue nggak nyangka ya, lo kayak gini. 4 taun Ni’. Lo pengen ngelupain itu semua? Ni, gue percaya ma lo selama ini, buat ngejaga perasaan gue. Dan sekarang lo ngecewain gue. Lo sebenar nya kenapa? Lo udah bosen ma gue? Lo ketemu ma cowok lain yang lebih baik dari gue? Beri gue reason yang pas dong.” Suara Genta mulai meninggi.

“Bukan! Bukan gara-gara cowok lain. Gue Cuma takut, kehadiran gue di samping lo bakal memperberat langkah lo di bidang entertaiment. Lagian lo nggak tau rasanya jadi nomor dua. Gue ngerasa kalo gue ni bukan cewek lo, tapi manager lo! Yang selalu nurutin kemanapun lo pergi, yang selalu nurutin kata lo, tanpa lo tau perasaan gue gimana. Lo kan nggak tau gimana cemburunya gue ngeliet lo di kerubungi fans lo yang cantik-cantik, sementara gue diem sendiri di back stage. Siapa yang gondok di giniin, Gen?” Mata Agni mulai memanas.

“Ni, gue nggak abis pikir lo mikir nya dangkal banget tentang gue. Gue kira hubungan kita selama ini bisa buat lo ngerti karakter gue luar dalem. Tau nya nggak sama sekali. Sekarang terserah lo!”

“Gen, gue sayang ama lo. Gue nggak pengen kita kayak gini. Sebenernya. Tapi, gue harus. Karna gue nggak mau sakit ati lagi. Kalo kita emang jodoh, dan memang di takdirkan buat bersama, kita pasti balik kok. Gomenasai ya…” ucap Agni sambil; pergi meninggalkan ruangan itu. Genta menatap kepergian Agni dengan perasaan campur aduk. Cowok itu menggerutu pelan.

* * *

2 minggu berlalu sejak hari itu. Dan sejak itu pula, Agni berubah jadi pendiam dan nggak kuliah. Mungkin dia masih ragu untuk bisa ketemu dengan Genta tanpa hubungan yang kayak dulu lagi. Sore itu, Agni duduk di sofa ruang tamu nya. Berusaha tidur siang, tapi mata nya tetep melek sampe sekarang.

“Ni’!!! Kamu ni gimana sih? Udah 2 minggu nggak kuliah-kuliah! Mau jadi apa kamu nanti, hah?” omel Bunda Agni pada anak sulung nya itu.

“Ih, Bunda! Kan udah Agni bilang, Bun, Agni nggak enak badan! Nih, liat ni. Agni udah bengek gini, masih di bilang normal?” prortes Agni. “Lagian, Bun, Agni kan bvaru smester dua. Libur bentar juga nggak papa kan?”

“Nah itu tuh! Baru semester dua aja kamu udah berani libur panjang. Gimana semester berikut nya nanti? Dasar pemalas kamu!” omel Bunda lagi. Agni hanya manyun mendengar jawaban Bunda nya itu.

“Oya, Bunda mau ngantor dulu. Kamu jaga rumah baik-baik. Terus, jangan lupa bangunin Adit, adek kamu itu.” Agni hanya mengangguk dan menghela nafas panjang ketika sosok Bundanya menghilang dari balik pintu. Agni melangkah pelan menuju dapur. Llau langkahnya terhenti karna bel rumahnya berbunyi lagi. Agni berlari kecil menuju pintu depan. Agni pun terpaku melihat tamu nya itu.

“Genta? Hah?” Agni sendiri kaget dengan kata-kata yang keluar dari bibir nya itu.

“Gue denger, lo sakit. Makanya gue dateng. Lo lagi sibuk ya?” tanya Genta pelan.

“Hah? Ah, nggaaak. Nggak sibuk. Masuk deh.” Ucap Agni gugup. Genta melangkah masuk ke rumah yang sudah jarang dia apelin itu. Genta duduk di sofa ruang tamu. Menunggu Agni membawa minum dari dapur.

“Lo sakit apaan sih, Ni? Parah banget kayaknya, mpe 2 minggu nggak masuk.” tanya Genta pelan. Agni hanya duduk di samping mantan nya itu.

“Nggak tau nih. Lagi males aja.” Jawab Agni asal.

“Oooo…Adit mana?” Perlu di ketahui, Genta tu akrab banget ma Adit, adek nya Agni. Saking deketnya, mereka tuh lebih mirip kakak adik, daripada calon kakak-adik ipar.

“Ada tuh. Lagi tidur. Mau ketemu? Dia sering nanyain lo tuh. Kangen kata nya.” ucap Agni pelan.

“Lo sendiri?”

“Apa?” Agni balik nanya.

“Lo nggak kangen ma gue?” pertanyaan Genta itu membuat bulu kuduk Agni bediri.

“Apaan sih lo…” Agni berusaha tenang. Jujur, cewek itu masih berharap pada Genta.

“Ni’, baikan yuk. Nggak tahan nih, kayak gini terus.” Cetus Genta tiba-tiba.

“Hah?” Jelas, itu membuat Agni tersentak kaget.

“Kita baikan. Pacaran lagi. C’ mon Ni’, jangan bilang kalo lo nggak punya perasaan apa-apa ma gue lagi.” Bujuk Genta pelan. Agni hanya terdiam.

“Gen, harus ya ngomong itu sekarang?” tanya Agni lagi. Lugu.

“Harus! Gue nggak mau kehilangan lo. Mungkin, lo nggak percaya lagi ma gue. Tapi, gue jujur nggak konsen gara-gara mikirin lo. Gue pengen kita balik lagi kayak dulu, Ni’. Lo harus beri kesempatan sekali lagi.” Genta tampak bersungguh-sungguh. Agni tersenyum sekilas.

“Hmmm…” Agni tertawa pelan. Genta menatap nya bingung.

“Kenapa lo ketawa?” tanya Genta bingung.

“Sebenernya, gue nggak pernah punya niat mutusin lo. Kemaren, gue Cuma nguji lo. Gue pengen tau sedalam apa perasaan lo ma gue. Seserius apa lo sama gue sampe lo harus mempertahan kan hubungan kita. Gue nunggu sampe lo dateng lagi. Tau nya, sekarang baru lo dateng.” Ucap Agni.

“Jadi, lo nggak niat mutusin gue sama sekali?” tanya Genta lagi. Agni Cuma menggeleng kuat.

“Ya ampun., Agni! Gue udah cemas banget, ngerasa lo bener-bener ninggalin gue. Lo tuh emang usil banget ya. Untung gue serius ma lo, n balik lagi ke sini. Kalo gue ngerasa gengsi? Gengsi buat balik ma lo? Hayooo, lo mau apa?” Genta protes.

“Sori deh…Tapi kan lo balik lagi. Maaf ya…” Agni menyentuh pelan punggung tangan Genta. Gernta hanya tersenyum, lalu mengacak pelan rambut Agni. Menatap mata bening chtia.

“Hayoo lo! Mau ngapain siang bolong gini?” sembur Adit dari tangga atas. chytia dan Genta tersentak kaget. Mereka berdua hanya tersenyum malu.
ategory: Appetizers & Snacks
Style: American
Special Consideration: Vegetarian
Servings: Tips Fahri Asiza


Description:
Bila kita membaca karangan seseorang, terkadang timbul pertanyaan. Bagaimana orang itu bisa mengarang? Dari mana idenya? Perlukah diadakan riset, atau memang semata-mata khayalan belaka? Mengapa karangannya enak dibaca? Apakah dia terus mengerjakannya, atau ada masa-masa buntu? Bagaimana menyiasatinya? Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya sangat mendasar, pun selalu ada bila kita hendak mulai mengarang. Satu yang tak bisa dilupakan, mengarang adalah ibadah (i.e tergantung jenis tulisannya), lantas, bagaimana cara mengarang yang meninggalkan "setitik kesan" bagi pembacanya?

Kita mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Bagaimana seseorang bisa mengarang, karena dia telah memulainya, dia telah bertekad untuk mengarang, hingga boleh dikatakan ini adalah modal dasar yang pertama.
Kemauan. Ada yang mengatakan, mengarang hanya memerlukan bakat sebanyak 5%, selebihnya adalah kerja keras. Tapi bagi saya, tanpa kemauan, kerja keras pun tak ada gunanya.

Ide itu bisa muncul dari mana saja, asalkan kita kreatif, mengolahnya dalam pikiran, mengendapkannya atau bahkan kalau mungkin langsung menuliskannya. Ada pengarang yang sebenarnya tak punya ide apa-apa, tapi
begitu menghadapi mesin tik atau komputer, ide itu terus runtun dan mengalir. Mengapa? Rahasianya mudah saja, karena dia telah menguasai bagian-bagian teknik mengarang--terlebih lagi tanda-tanda baca yang tak
boleh dilupakan--dan telah mampu menyikapi jalan pikirannya dengan baik untuk menciptakan, mempermainkan, atau memanipulasi tokoh-tokoh ciptaannya.

Dan saya seringkali membiarkan tokoh-tokoh saya bergerak sendiri, saya seperti membiarkan saja apa yang mereka mau pikirkan, lakukan atau pun mungkin bikin gebrakan yang mengejutkan. Saya biarkan tokoh-tokoh itu mengalir begitu saja dan saya jadikan mereka sebagai "para punakawan" sementara saya "dalang"nya yang menguasai mereka tapi tidak mengatur mereka.

Riset diperlukan? Boleh, bila memang yang hendak kita karang itu sesuatu yang memang memerlukan riset. Misalnya kita hendak mengarang tentang seorang yang pekerjaannya mencari mutiara. Kita harus tahu berapa lama seseorang bisa menahan napas di dalam air. Mutiara yang ditemukannya, apakah sudah dalam bentuk jadi, atau masih perlu diolah. Bila kita tidak mengetahui hal itu, kita perlu membaca buku (dalam arti riset kecil). Atau bila ingin lebih detil sesuai dengan kebutuhan yang hendak kita tulis, tak ada
salahnya kita mengamati langsung bagaimana para penyelam mengambil mutiara.

Tapi banyak pula pengarang --termasuk saya-- yang seringkali mengadaptasi apa yang telah saya alami, meskipun itu semua dimanipulasi dengan kebisaan kita sendiri. Banyak pula yang mengarang, setelah hasil karangannya jadi, tapi ketika dibaca, terasa hampa, kosong atau garing. Mengapa? Banyak hal yang harus dipahami di sini.

Pertama, kita harus menguasai karakter tokoh-tokoh cerita kita. Tanpa memahami karakter tokoh-tokoh yang kita ciptakan, kita akan terjebak dengan suasana yang kacau. Kelincahan bahasa mempengaruhi? Ya, sangat mempengaruhi, tapi bukan berarti kita mengambil gaya bercerita pengarang lain. Biarkan masing-masing berjalan sendiri dan kita harus menciptakan gaya bercerita kita sendiri.

Kedua, kita harus memahami soal waktu, setting, dialog/dialek.

Ketiga, rangkaian sebab akibat harus selalu ditonjolkan dalam mengarang, hingga cerita menjadi bersih, terangkai dan utuh.

Humor perlu tidak? Bila memang diperlukan, mengapa tidak? Jadikan humor hanya sebagai sisipan belaka, agar inti ceritanya tetap utuh dan elemen-elemen ceritanya tidak longgar, kecuali bila memang hendak mengarang cerita humor. Perlu diingat, membuat cerita humor atau komedi itu
sebenarnya jauh lebih sulit dari membuat cerita yang cengeng-cengeng. Gimana kalau buntu? Endapkan saja, kaji lagi, baca lagi, tulis lagi. Bila masih buntu? Lakukan hal yang sama, dan gunakan waktu yang luang untuk membuat cerita yang lain. Dengan cara seperti itu, kita mulai bisa mengolah setiap ide yang datang.

Mood berperan? Abaikan soal itu. Karena, mood (dalam hal mengarang) adalah kata yang tak boleh dipercaya, selain kata sulit. Bila kita harus menunggu mood datang, kapan kita akan memulai. Bila kita mengatakan sulit, kapan kita akan mempermudahnya?

Satu hal kebiasaan saya yang perlu saya ceritakan di sini, saya tidak pernah memulai sebuah karangan baru bila karangan yang sebelumnya belum jadi. Meskipun dalam keadaan buntu, saya tetap tidak akan memulai karangan yang baru. Saya biarkan saja dan saya tetap tidak memulai karangan yang baru meskipun itu memakan waktu berhari-hari. Mengapa? Mungkin jawabannya, saya tidak mampu menguasai tokoh-tokoh saya yang saya beri
kebebasan untuk bergerak sendiri.

Ingredients:
Untuk cerita anak-anak :
1. Berpikirlah seperti anak-anak, ringan, ceria dan selalu ingin tahu
2. Jangan membuat cerita yang simsalabim, begitu gampang menyelesaikan masalah
3. Beri akhir cerita yang menyenangkan, meskipun sad ending tapi tetap dibuat bahagia

Untuk cerita remaja :
1. Gunakan bahasa remaja, boleh bahasa gaul atau bahasa sehari-hari
2. Kalau mungkin ciptakan bahasa sendiri
3. Jangan mempergunakan bahasa yang mendayu-dayu, karena setiap membaca cerita, biasanya remaja bukan mementingkan bahasa, tapi lebih banyak apa sih yang ingin disampaikan dalam isi cerita, juga, bagaimana sih akhir dari cerita.

Untuk cerita sastra :
1. Jangan berpatokan pada seorang sastrawan
2. Gunakan bahasa yang lebih mengutamakan isi ketimbang kata-kata
3. Jalan cerita boleh diputarbalikkan secara bebas
4. Beri kebebasan berpikir pada tokoh dan diri kita sendiri.
5. Biasakan melatih diri mempergunakan kalimat puitis (jangan terjebak menjadi prosa liris, karena sastra juga tidak terletak pada kalimat-kalimat puitis)
6. Usahakan, agar ending cerita dikembalikan ke pembaca (tergantung pada kemauan si pengarang)

Tentang tokoh dalam kategori semua cerita itu : BEBAS, SEBEBAS-BEBASNYA SEPERTI BURUNG TERBANG DI LANGIT

Jadi, mulailah.
1. Tentukan tema atau gagasan cerita (meski biasanya tema atau gagasan itu tak pernah saya pikirkan sebelumnya)
2. Mulailah menulis ---> bisa dimulai dengan a. suspense (kejutan) b. konflik. c. awal cerita (linier) d. deskripsi latar e. deskripsi tokoh f. dialog g. dan akhir cerita.
3. Merangkaikan Peristiwa.
4. Membangun konflik dan mengakhiri cerita. Teknik ini pun menurut saya, sama, baik itu menulis cerita pendek atau novel. Hanya yang membedakan, cerita pendek biasanya hanya sekali baca dan tidak banyak konflik. Untuk novel, penggarapannya lebih detil dengan konflik ganda dan biasanya tidak habis sekali baca.
5. Menulis
6. Menulis
7. Menulis dan biarkan mereka mengalir, mengalir dan mengalir
8. Jangan khawatir kalau tulisan kita jadi banyak banget yang beredar. Jangan takut menjadi bajaj yang selalu seliweran di jalan. Karena mungkin, Allah memberikan kita kemampuan seperti itu, yang tentu saja kita harus melihat celah apa yang belum tergarap banyak dan bagaimana cara kita menggarapnya.



Directions:
catatan terakhir:
Kita mungkin bisa menjadi seorang JK Rowling, atau seorang Sidney Sheldon atau seorang Fira Basuki dan Djenar Mahesa Ayu yang karya-karyanya meledak hebat di pasaran. Tapi, kita juga harus berpikir dua kali untuk menulis cerita bertemakan seperti yang mereka tulis. Liberalisme memang mengajarkan seperti itu. Mungkin pula kita berpikir liberal, tapi kita juga punya batasan-batasan yang utuh.

Yah, itu semua kembali ke pandangan pribadi masing-masing dan tentunya kita berusaha untuk menuju
ke sana dengan tidak menuliskan tema-tema seperti yang mereka tulis.

Dan bukan berarti apa yang selama ini kita ayomi menjadi sebuah kekhawatiran.
Tengoklah, Ketika Mas Gagah Pergi karya Mbak Helvy. Cerita yang sederhana, padat, singkat, jelas dan
mengungkapkan sebuah sisi kehidupan yang sungguh luar biasa menyentuh.
Atau baca Kupu-kupu Pelanginya Kang Gola Gong.
Atau baca karya-karyanya Mbak Asma Nadia.
Atau baca karya-karyanya Fahri Asiza (lho kok... hahaha)

Nggak percaya? Coba baca (ulang) deh!

Mudah-mudahan ini cukup berguna dan maaf bila ada gagasan yang salah, karena ini hanya pandangan saya--Fahri Asiza--semata.

Allahu a'lam

*Penulis : Ayahnya Faldi dan suaminya Farra


Prev: Resep Menulis Mochtar Lubis
Next: Writers on the Difficulty of Writing (1)

dalam impian cinta sejati
yang terindah mungkinkah
ada harapan kerinduna pada sang cahaya yang
tak mungkin terbayangkan oleh senyuman cinta


aku tak mungkin percaya tanpa melihat
namun sebagai inspirasi untuk kita
dalam bayangan dalamkata
satu jiwa satu kata
untuk sang cahaya
yangme