Sabtu, 26 Januari 2008

kata kata bijak

Artikel-artikel karya Harun Yahya kini tengah diterbitkan di berbagai media cetak di Turki dan di banyak negara di dunia. Pada bagian ini Anda bisa mendapatkan sejumlah artikel karya penulis dalam bahasa Indonesia.


Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Nabi Muhammad SAW

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Nabi Muhammad SAW

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.

Nabi Muhammad SAW

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.

Nabi Muhammad SAW

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.

Imam Al Ghazali

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

Khalifah 'Umar

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.

Ibnu Mas'ud

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.

Khalifah 'Ali

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.

Ibnu Mas'ud

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.

Khalifah 'Ali

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.

Khalifah 'Umar

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.

Imam An Nawawi

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

Khalifah 'Umar

Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.

Bediuzzaman Said Nursi

Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.

Bediuzzaman Said Nursi

Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.

Bediuzzaman Said Nursi

Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.

Bediuzzaman Said Nursi

Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.

Bediuzzaman Said Nursi

Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.

Johann Wolfgang von Goethe

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Johann Wolfgang von Goethe

Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran.

Johann Wolfgang von Goethe

Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang.

Einstein

Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.

Einstein

Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang.

Einstein

Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya - langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya.

Einstein

Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan "rendah hati."

Einstein

Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.

Einstein

Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.

Einstein

Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.

Einstei

esikopedia astronomi

ALBEDO - Fraksi cahaya matahari yang sampai pada suatu planet yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa. Albedo Bumi bernilai sekitar 30-35%. Sisa cahaya matahari diserap oleh tanah dan bertanggung jawab terhadap suhu rata-rata di permukaan.

ALDEBARAN - Sebuah bintang raksasa merah, paling cemerlang dalam rasi Taurus. Jarak Aldebaran 65 tahun cahaya dan garis tengahnya 36 kali matahari.

ALGOL - Juga dinamakan Beta Persei. Sebuah bintang pasangan pemudar yang jauhnya 82 tahun cahaya dalam rasi Perseus. Algol sedikit menyuram setiap 2,87 hari seraya ia terhalang oleh sebuah bintang pasangan yang lebih suram. Variasi kecerlangan Algol ditemukan dan dijelaskan di tahun 1782 oleh ahli astronomi amatir Inggris, John Goodricke (1764-86).

ALPHA CENTAURI - Bintang terdekat matahari, sejauh 4,3 tahun cahaya. Sebenarnya ia terdiri atas tiga bintang yang saling berhubungan karena gravitasi, walaupun bagi mata telanjang mereka nampak bagai satu. Alpha Centauri adalah bintang paling cemerlang dalam rasi Centaurus, dan ketiga paling cemerlang di langit.

ANTARES - Sebuah bintang raksasa merah yang terletak di rasi Scorpio. Garis tengahnya 300 kali matahari. Ia adalah salah satu bintang terbesar yang diketahui mengeluarkan cahaya setara dengan 5000 Matahari kita. Letak Antares sejauh 430 tahun cahaya.

APHELION - Titik garis edar terjauh dari matahari yang dicapai oleh suatu benda angkasa. Kebalikan Aphelion adalah Perihelion

AQUARIUS - Pembawa Air. Sebuah rasi zodiak yang terletak di daerah katulistiwa langit. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Februari hingga pertengahan April.

ARCTURUS - Sebuah bintang raksasa merah bergaris tengah 27 kali matahari yang terletak di rasi Belahan Utara, Bootes, sang Gembala

ASTEROID - Juga disebut sebagai planet minor, yakni sekumpulan benda angkasa berukuran kecil dengan bentuk tidak beraturan yang mengedari matahari. Orbit asteroid umumnya berada di antara orbit planet Mars dan Jupiter. Beberapa asteroid memiliki orbit yang menyimpang sehingga dapat memotong orbit Bumi. Asteroid semacam ini digolongkan sebagai Near Earth Asteroid (NEA).

AU - Astronomical Unit/Satuan Astronomi. Adalah satuan jarak dalam astronomi yang didefinisikan sebagai jarak rata-rata Bumi-Matahari. 1 AU = 1,49597870691 × 1011 (± 3) m
B

BETELGEUSE - Sebuah bintang super raksasa merah yang menandai bahu kanan rasi Orion. Betelgeuse sedemikian besarnya sehingga ia labil. Garis tengahnya berubah tak beraturan antara 300 sampai 400 kali Matahari sambil berubah pula kecerlangannya. Letak Betelgeuse sejauh 650 tahun cahaya

BIMASAKTI - Nama galaksi dimana Matahari dan tata surya kita terletak. Dilihat dari Bumi, sisi Bimasakti membentuk suatu pita cahaya samar membentang di langit pada malam hari. Ia terdiri atas bintang-bintang yang sedemikian jauhnya dalam galaksi kita sehingga tidak nampak satu per satu. Bimasakti merupakan galaksi spiral beranggotakan sekitar 100 milyar bintang. Garis tengahnya sekitar 100.000 tahun cahaya, dimana Matahari terletak lebih dari 60% ke arah tepinya.

BINTANG GANDA - Atau juga biasa disebut Bintang Pasangan (binary), adalah sepasang bintang yang dihubungkan oleh gravitasi. Sebagian besar pasangan tampak sebagai bintang tunggal bagi mata telanjang, tetapi dapat terlihat terpisah dengan teleskop. Namun beberapa diantaranya begitu saling dekat sehingga adanya pasangan hanya dapat disimpulkan dari analisa cahaya gabungannya. Dalam beberapa pasangan, bintangnya secara berkala saling menghalangi.

BINTANG NEUTRON - Bintang padat kecil yang diperkirakan menandai titik ajal evolusi bintang yang lebih besar dari matahari. Bintang Neutron hanya bergaris tengah 15 km, tetapi ia banyak mengandung materi sebanyak matahari kita. materi itu tergencet sedemikian padatnya sehungga sesendok bahan bintang neutron berbobot milyaran ton. Sumber radio berkilat-kilat yang dinamakan Pulsar sebenarnya adalah bintang neutron.

BINTANG UBAH - Bintang yang keluaran cahayanya berubah. Beberapa bintang itu ukurannya berubah seperti Variabel Cepheid, tetapi lainnya adalah bintang ganda dekat yang secara berkala saling menghalangi (pasangan pemudar). Di tahun 1975 tercatat dalam katalog galaksi kita lebih kurang 25.000 bintang ubah.

BINTIK MATAHARI - Daerah-daerah yang lebih sejuk dalam permukaan matahari, di fotosfera. Ia tampak suram dibandingkan dengan kelilingnya yang lebih cemerlang, tetapi ia cukup panas, kira-kira 4.500º C. Bintik matahari ada hubungannya dengan medan-medan magnet di Matahari, yang rupanya menghalau aliran panas melalui fotosfera, dan ini menimbulkan bintik.
C

CANCER - Kepiting. rasi zodiak yang terletak dalam langit belahan utara. Matahari melewati rasi ini dari akhir Juli hingga pertengahan Agustus. Cancer adalah rasi zodiak paling samar, tanpa bintang cemerlang. Ciri yang paling menarik adalah kelompok bintang Praesepe, disebut sebagai sarang lebah, sejauh 520 tahun cahaya.

CANOPUS - Bintang cemerlang kedua di langit malam. Letaknya sejauh 119 tahun cahaya dalam rasi Carina (kerangka kapal), di langit Belahan Selatan. Canopus ialah sebuah bintang raksasa kuning, 25 kali garis tengah Matahari. Wahana antariksa menggunakannya sebagai bintang navigasi.

CAPELLA - Bintang paling cemerlang dalam rasi Auriga (Pengendara Kereta Perang), rasi dalam Belahan Utara. Sebenarnya ia adalah sebuah bintang ganda, terdiri atas dua bagian yang saling edar setiap 104 hari. Jauh Capella 45 tahun cahaya.

CAPRICORNUS - Kambing Laut. Rasi zodiak yang terletak di langit Belahan Selatan. Matahari melewati rasi ini antara akhir Januari dan pertengahan Februari.

CASSIOPEIA - Sebuah rasi berbentuk 'W' yang menonjol dekat kutub utara langit. Ia dinamakan menurut ratu mitologi Yunani. Dalam rasi ini sebuah supernova menyala di tahun 1752, diamati oleh Tycho Brahe.

CASTOR - Bintang paling cemerlang kedua dalam rasi Gemini, sebuah rasi belahan utara. Castor sesungguhnya terdiri atas enam bintang yang dihubungkan oleh gravitasi, meskipun mereka nampak seperti satu dengan mata telanjang.

CENTAURUS - Atau mahluk manusia-kuda dari mitologi Yunani, ialah rasi menonjol di langit Belahan Selatan. Di dalamnya terdapat Proxima Centauri, bintang terdekat matahari. Ada pula Omega Centauri, sebuah kelompok globular bintang yang ratusan ribu jumlahnya, sejauh 17.000 tahun cahaya. Centaurus A, sebuah galaksi yang memancarkan gelombang radio, juga terletak dalam rasi ini.

CRUX - Salib selatan. Rasi yang terkecil di langit. Ia terletak dekat kutub angkasa selatan dalam suatu daerah Bima Sakti. Salib selatan mengandung nebula suram Kantong Arang, disamping keempat bintang cemerlang yang menandai bentuk salib yang termasyhur itu.

CYGNUS - Angsa. Sebuah rasi yang menonjol di langit belahan utara. Terkadang ia dinamakan Salib Utara karena bentuknya yang khusus. Bintangnya yang paling cemerlang adalah Deneb. Alberio, atau Beta Cygni, ialah sebuah bintang ganda di kepala angsa. Bintang 61 Cygni adalah yang pertama diukur Paralaks-nya. Cygnus mengandung Nebula Amerika Utara, sebuah awan gas berkilau dalam Bima Sakti. Juga Nebula Cadar, sisa dari ledakan supernova yang telah lama berselang.
D

DAUR SURYA - Istilah yang digunakan untuk variasi kegiatan sekitar 11 tahun di matahari. Jumlah bintik matahari, suar, dan prominensa berubah-ubah dalam tiap daur 11 tahun. Namun dalam tiap daur berurutan, kutub magnet utara dan selatan matahari saling bertukar. Jadi dapat dikatakan bahwa daur surya lengkap membutuhkan 22 tahun.

DEKLINASI - Koordinat langit setara dengan garis lintang di Bumi. Suatu benda pada deklinasi +90º ialah pada kutub utara angkasa (di atas kepala kutub utara Bumi). Deklinasi 0º menandai katulistiwa angkasa.

DERET UTAMA - Main Sequence. Tahap stabil usia pertengahan dalam evolusi suatu bintang. Bintang-bintang deret utama membakar hidrogen menjadi helium di pusatnya untuk menciptakan energi. Bila hidrogen habis, bintang keluar dari tahap deret utama menjadi bintang raksasa.
E

EKLIPTIKA - Jejak tampak Matahari di depan bintang-bintang setiap tahun. Sudah tentu ia sebenarnya disebabkan oleh bumi mengedari matahari. Ia dinamakan ekliptika karena gerhana (eklips) dapat terjadi hanya bilamana Matahari dan Bulan dekat garis ini.

EQUINOX - Titik potong antara equator langit dengan ekliptika. Matahari mencapai titik ini setiap tahun pada sekitar tanggal 21 Maret (disebut vernal equinox) dan 22 September (disebut autumnal equinox). Saat itu, siang dan malam akan tepat sama panjangnya.
F

FOTOSFERA - Permukaan cemerlang Matahari; nama itu berarti 'bola cahaya'. Ia adalah lapisan gas berkilau pada suhu kira-kira 6000ºC. Fotosfera itu terpecah-pecah oleh sel-sel ilian gas panas, yang disebut partikel (zarah), yang masing-masing kira-kira sebesar Inggris. Daerah fotosfera yang lebih sejuk dinamakan Bintik Matahari.
G

GALAKSI - Kumpulan berjuta-juta bintang, terikat bersama oleh gravitasi. Sebagian galaksi berbentuk spiral, seperti Bima Sakti kita dan Galaksi Andromeda, sedangkan sebagian lagi berupa gumpalan pekat yang disebut Galaksi Eliptik. Mungkin ada hingga satu bilyun galaksi yang masing-masing beranggotakan jutaan bintang yang dapat diamati menggunakan teleskop besar. (Lihat gambar)

GEMINI - Atau Anak Kembar. Rasi zodiak dalam langit belahan utara, Dua bintang paling terang dalam Gemini adalah Castor dan Polux. Matahari melewati rasi ini dari akhir Juni hingga akhir Juli. Sebuah hujan meteor utama, Geminid, bersinar dari rasi ini dalam bulan Desember setiap tahun.

GERAK DIRI - Proper Motion. Perubahan kecil dalam posisi bintang selama jangka waktu tertentu. Perubahan tersebut disebabkan oleh gerakannya dalam antariksa. Gerak diri bintang tidak dapat terlihat oleh mata telanjang. Ia dapat diukur pada gambar-foto skala besar yang diambil dengan teleskop selama bertahun-tahun. Gerak diri bintang pada akhirnya akan mengubah pola rasi yang sudah dikenal. Bintang dengan gerak diri terbesar adalah Bintang Barnard. Selama jangka waktu 180 tahun berubah posisinya sebesar diameter tampak bulan.
H

HERCULES - Sebuah rasi di langit belahan utara, dinamakan menurut pahlawan mitologi Yunani. Salah satu ciri terpenting rasi ini ialah kelompok bulat bernama M13. Ia berada sejauh 22.500 tahun cahaya dan mengandung 300.000 bintang. Alpha Hercules juga diberi nama ras Algethi, ialah sebuah bintang raksasa merah, kira-kira 5000 kali garis tengah matahari.

HERTZSPRUNG-RUSSEL - Gambar Diagram Hertzsprung-Russel ialah sebuah grafik yang memetakan suhu bintang berbanding dengan kecerlangannya. Grafik ini dinamakan menurut nama ahli astronomi Denmark, Ejnar Hertzprung (1873-1967) dan ahli astronomi Amerika, Henry Norris Russel (1877-1957) yang secara mandiri tampil dengan gagasan sama, masing-masing dalam tahun 1911 dan 1913. Diagram ini berguna untuk mengungkapkan apakah sebuah bintang itu raksasa ataukah kerdil, dan tahap apa yang dicapai dalam evolusinya. Sebagian besar bintang, termasuk Matahari, terletak pada suatu pita yang dikenal dengan nama Deret Utama. Posisi bintang dalam diagram ini juga mengungkapkan Magnitudo Mutlak-nya. (Lihat gambar)

HYADES - Kelompok dari sekitar 200 bintang berbentuk 'V' dalam rasi Taurus. Hyades adalah kelompok bintang padat terdekat Bumi, kira-kira sejauh 150 tahun cahaya. Banyak pengetahuan kita mengenai bintang diperoleh dari studi mengenainya. Bintang-bintang Hyades lahir kira-kira 500 juta tahun yang lalu dan relatif muda. (Lihat gambar)
K

KANTONG ARANG - Coal Sack. Sebuah kabut suram debu dan gas dalam rasi Salib Selatan (Crux). Kantong arang itu terletak sejauh 400 tahun cahaya dan mengandung cukup bahan untuk membentuk sekelompok ratusan bintang. (Lihat gambar)

KELOMPOK GLOBULAR - Globular Cluster. Sekumpulan bintang -- sekitar 100.000 buah, berbentuk bola. Mereka tersusun dalam bentuk cincin di sekeliling banyak galaksi, termasuk galaksi kita, dimana ada sekitar 125 kelompok globular yang sudah dikenali. Kelompok globular terdiri dari bintang-bintang tua yang berusia hingga 14 milyar tahun; diperkirakan terbentuk ketika galaksi mula-mula mengembun dari gas.

KERDIL COKLAT - Brown Dwarf. Suatu calon bintang (protostar) yang gagal terbentuk menjadi bintang akibat tidak memiliki cukup massa untuk membentuk reaksi nuklir yang menyebabkan ia dapat bersinar sebagaimana bintang lainnya pada fase stabil.

KERDIL MERAH - Red Dwarf. Bintang sejuk dan samar, tidak sebesar Matahari. Mereka boleh jadi merupakan bintang terbanyak dalam galaksi kita, tetapi sulit dilihat karena mereka demikian samar. Kerdil merah terdekat sekalipun, yakni Proxima Centauri dan bintang Barnard, tak pernah terlihat tanpa teleskop.

KERDIL PUTIH - White Dwarf. Sebuah bintang panas kecil yang diperkirakan menandai titik akhir evolusi bintang seperti Matahari. Sebuah kerdil putih kira-kira sebesar Bumi, tetapi mengandung materi sebanyak matahari. Materinya tergencet sedemikian padat sehingga sesendok materi tersebut akan berbobot satu ton atau lebih. Kerdil putih sedemikian samarnya sehingga yang terdekat di Sirius dan Orocyon, hanya nampak dengan bantuan teleskop.

KOMET - Anggota tata surya bebentuk materi beku yang yang umumnya terdiri atas air, karbon monoksida, metanol, amonia, dan metana bercampur dengan debu. Komet mengedari Matahari dengan garis lintasan yang sangat lonjong dengan periode tertentu. Saat komet mendekati Matahari, materi beku tersebut menyublim dan membentuk kabut gas dan debu yang disebut coma disekeliling inti komet. Selanjutnya, karena pengaruh angin matahari, maka gas dari coma membentuk "ekor" yang selalu menunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah Matahari. Karenanya komet juga sering disebut sebagai bintang berekor.

KORONA - Atmosfer bagian luar matahari yang samar. Ia terlihat sebagai lingkaran cahaya putih pada waktu gerhana matahari total, ketika bulan menghalangi sinar silau cakram Matahari. Korona terdiri atas gas tipis, menguap dari permukaan Matahari yang mengembang keluar untuk akhirnya membentuk angin surya.

KROMOSFERA - Suatu lapisan gas hidrogen yang berkilau dan letaknya di atas permukaan tampak (Fotosfera) Matahari. Nama itu berarti bola warna dan didapat dari warnanya yang merah pekat. Ini terlihat pada gerhana ketika bulan menghalangi cahaya dari fotosfera yang jauh lebih terang.

KUASAR - Suatu benda amat cemerlang jauh di antariksa yang diperkirakan merupakan pusat sebuah galaksi yang tengah membentuk. Kuasar sedemikian kecilnya sehingga nampak sebagai bintang di teleskop terbesar sekalipun, tetapi ia melepaskan energi sebesar ribuan kali energi yang dilepaskan oleh galaksi seperti Bima Sakti kita. Ia mungkin bertenagakan gas yang jatuh kedalam lubang hitam raksasa dipusatnya. Kuasar memiliki pergeseran merah yang terbesar diantara benda-benda langit lainnya. Dari beberapa ratus kuasar yang telah dikenali, yang terjauh diperkirakan berjarak sekitar 16 milyar tahun cahaya.
L

LEO - Singa. Suatu rasi zodiak, terletak di langit belahan utara. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Agustus hingga pertengahan September. Bintang paling terang di Leo ialah Regulus. Setiap Nopember, hujan meteor Leonid menyinar dari rasi tersebut.

LIBRA - Timbangan. Sebuah rasi zodiak yang tidak menarik perhatian, terletak di Belahan Selatan. Matahari melewati rasi ini selama bulan Nopember.

LUMINOSITAS - Jumlah energi yang dipancarkan seluruh permukaan bintang ke segala arah per detiknya. Luminositas matahari bernilai 385 triliun-triliun watt (385 x 1024watt).

LYRA - Berasal dari sebutan untuk semacam harpa kecil, ialah sebuah rasi kecil yang menonjol di langit utara. Bintangnya yang paling terang ialah Vega. Anggota lainnya adalah Lyrae, sebuah bintang Pasangan Pemudar yang terkenal. Komponen-komponennya berubah bentuk karena gravitasi masing-masing dan gas keluar melingkar ke antariksa. Epsilon Lyrae terkadang dinamakan 'ganda-ganda', ialah sekelompok empat bintang yang dihubungkan dengan gravitasi. Nebula Cincin dalam Lyra ialah sebuah Nebula Planet yang terkenal.

LUBANG HITAM - Daerah di sekeliling bintang yang telah runtuh. Gravitasinya sedemikian kuat sehingga tidak ada sesuatupun yang dapat lolos, termasuk cahaya sekalipun. Tetapi benda-benda dapat terhisap masuk. Jika ledakan besar menandai asal mula alam semesta, lubang-lubang hitam yang jauh lebih kecil mungkin terbentuk dalam keadaan tekanan dan kerapatan tinggi yang mengikutinya.
M

MAGNITUDO - Ukuran kecerlangan bintang. Setiap tataran magnitudo sesuai dengan beda kecerlangan sedikit lebih dari 2,5 kali. Maka sebuah bintang magnitudo keenam (yang paling samar yang bisa dilihat oleh mata telanjang) adalah 100 kali lebih samar daripada bintang magnitudo pertama. Benda-benda yang lebih terang dari magnitudo 0 diberi magnitudo negatif, misalnya Sirius memiliki magnitudo -1,47, Venus pada saat paling terang adalah -4,3, dan matahari adalah -26,5 (semuanya adalah magnitudo tampak, kecerlangan sebagaimana yang terlihat dari Bumi).

MAGNITUDO MUTLAK - Ukuran keluaran cahaya sebuah bintang yang sebenarnya, yaitu kecerlangan bintang sebagaimana nampak pada kita di Bumi pada jarak 10 parsek (32,6 tahun cahaya). Magnitudo mutlak sebuah bintang tergantung dari besar dan suhunya.

MAGNITUDO TAMPAK - Kecerlangan bintang atau benda angkasa lain sebagaimana yang terlihat di langit oleh kita. Magnitudo tampak bintang tergantung dari jaraknya dari kita. Semakin dekat, sebuah bintang nampak semakin terang. Perbedaan antara magnitudo tampak bintang dan magnitudo mutlaknya menunjukkan jarak bintang tersebut.

MATAHARI - Bintang induk kita. Jauhnya hampir 150 juta km. Matahari adalah bintang berukuran sedang, bergaris tengah 1,4 juta km dan tersusun sebagian besar atas gas hidrogen dan helium. Matahari membangkitkan cahaya dan panas di pusatnya dengan reaksi nuklir. Ia diedari keluarga 9 buah planet, termasuk Bumi kita.

MERIDIAN - Lingkaran besar imajiner pada bola langit yang tegak lurus dengan horison setempat. Meridian membentang dari horison utara, melintasi kutub langit hingga Zenith, dan berakhir di horison selatan.

METEOR - Partikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor.

METEORID - Gumpalan batu atau logam yang berhasil menembus atmosfir Bumi. Sebagian meteorid diperkirakan adalah sisa-sisa material dari komet atau asteroid. Sebagian lainnya diperkirakan berasal dari planet lain, seperti Bulan atau Mars. Sebuah meteorid biasanya menghantam permukaan Bumi dalam kecepatan yang sangat tinggi hingga membentuk sebuah kawah yang biasa disebut Kawah Meteorid pada lokasi jatuhnya.
N

NEBULA - Sebuah massa debu dan gas dalam galaksi. Beberapa nebula terang-benderang. Bersinar karena bintang-bintang yang dikandungnya, seperti misalnya Nebula Orion. Yang lainnya suram seperti Kantong Arang.

NEBULA KEPITING - Crab Nebula. Sebuah bercak gas berkilau dalam rasi Taurus. Ia adalah sisa bintang yang terlihat meledak sebagai supernova oleh ahli astronomi timur di tahun 1054, Di pusat nebula kepiting adalah sebuah pulsar berkelap-kelip, teras kecil bintang yang meledak. Nebula kepiting terletak sejauh 6.300 tahun cahaya. (Lihat gambar)

NEBULA ORION - Awan gas dan debu yang jauhnya 1.500 tahun cahaya. Didalamnya bintang-bintang baru membentuk diri. Sebagian nebula tampak dengan mata telanjang sebagai bercak kabur berkilau menandai pedang Orion. Bintang yang baru terbentuk dalam jantung nebula membuatnya berkilau. Tetapi para ahli astronomi radio telah mendeteksi pula sebuah awan suram yang lebih besar dibelakang bagian tampak, dimana bintang masih dilahirkan. (Lihat gambar)

NEBULA PLANET - Suatu kulit gas yang dalam sebuah teleskop kecil terlihat seperti cakram mirip planet. Sebenarnya ia sama sekali tak ada kaitannya dengan planet, melainkan diperkirakan lapisan luar bekas bintang raksasa merah. Lapisan tersebut mengambang ke antariksa meninggalkan teras bintang berupa bintang kerdil putih.

NOVA - Sebuah bintang meledak. Ia menyala terang lebih dari 10.000 kali dalam sehari sebelum memudar lagi selama jangka mingguan atau bulanan. Nova diperkirakan merupakan sistem bintang ganda dimana gas mengalir dari satu bintang ke pasangannya kerdil putih. Gas tersebut menyulut dan terlempar dari kerdil putih, menyebabkan letupan terang. Bintang tidak terhancur-lebur oleh ledakan nova, sehingga nova terjadi lagi.
O

ORION - Sebuah rasi besar yang menonjol di daerah khatulistiwa langit. Namanya diambil dari pemburu dalam mitologi Yunani. Bintangnya yang paling terang adalah Betelgeuse dan Rigel. Tiga bintang merupakan Sabuk Orion yang khas. Banyak bintang dalam Orion yang relatif muda karena Orion menandai tempat pembentukan bintang, khususnya dalam Nebula Orion. (Lihat gambar)
P

PARALAKS - Pergeseran posisi benda di depan latar belakang yang jauh sebagaimana terlihat dari dua tempat berbeda. Bintang menunjukkan suatu pergeseran paralaks kecil jika dilihat dari sisi berlawanan garis edar bumi. Besarnya pergeseran tergantung dari jarak bintang; yang terdekat menunjukkan pergeseran terbesar. Dengan mengukur paralaks bintang, para ahli astronomi dapat menghitung jaraknya. Hanya bintang yang lebih dekat dari kira-kira 100 tahun cahaya yang menunjukkan pergeseran cukup besar untuk diukur secara tepat. Bintang 61 Cygni adalah yang pertama diukur paralaksnya dalam tahun 1838 oleh ahli astronomi Jerman, Wihelm Bessel (1794-1846).

PARSEK - Suatu ukuran jarak didalam astronomi yang berpatokan pada jarak dimana bintang menunjukkan paralaks sebesar 1 detik busur. Satu parsek sama dengan sekitar 3,26 tahun cahaya.

PASANGAN PEMUDAR - Pasangan bintang yang saling mengedari dimana satu bintang secara berkala terlihat dari bumi seolah-olah lewat didepan yang lain. Pemudaran demikian menyebabkan jumlah cahaya yang kita lihat menjadi melemah, sehingga kecerlangan bintang terlihat berubah-ubah. Pasangan pemudar pertama yang ditemukan adalah Algol.

PERGESERAN MERAH - Red Shift. Ialah suatu pemanjangan panjang gelombang cahaya yang diterima dari benda yang menjauh, disebabkan oleh Efek Doppler. Derajat pergeseran merah mengungkapkan kecepatan gerak benda tersebut. Penemuan pergeseran merah dalam cahaya dari galaksi jauh mengungkapkan bahwa alam semesta sebenarnya mengembang.

PERIHELION - Ialah titik terdekat dalam garis edar suatu benda angkasa mengelilingi Matahari. Kebalikan dari Perihelion adalah Aphelion.

PERSEUS - Sebuah rasi menonjol di langit belahan utara. Namanya diambil dari seorang pahlawan mitologi Yunani. Perseus terletak di bagian padat Bima Sakti. Bintangnya yang terkenal adalah Algol. Setiap bulan Agustus, suatu hujan meteor lebat, Para Perseid, menyinar dari rasi ini.

PISCES - Ikan. Suatu rasi zodiak, terletak di daerah khatulistiwa langit. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Maret hingga pertengahan April. Matahari berada di Pisces ketika ia bergerak ke utara melintas khatulistiwa langit, menandai awal musim semi Belahan Utara (ekuinoks semi).

PLEIADES - Sekelompok yang beranggotakan sekitar 2000 bintang di rasi Taurus pada jarak 415 tahun cahaya. Dengan mata telanjang dapat dilihat 6 atau 7 bintang, karena itu nama populer kelompok tersebut adalah tujuh saudara (bintang tujuh). Pleiades relatif muda. Yang termuda diantaranya terbentuk dalam beberapa juta tahun silam. (Lihat gambar)

POLARIS - Bintang Kutub. Bintang paling terang dalam rasi Ursa Minor. Kebetulan ia terletak kira-kira 1° dari kutub utara angkasa.

PROMINENSA - Awan gas panas yang mencuat dari permukaan matahari, berhubungan dengan medan magnet kuat. Beberapa prominensa berbentuk lengkung dan dapat bertahan selama berminggu-minggu. Yang lainnya sering berhubungan dengan suar, melejit ke angkasa dengan kecepatan hingga 1.000 km per detik.

PULSAR - Sebuah sumber radio yang berdenyut dengan cepat. Diperkirakan berupa sebuah bintang neutron berputar yang memancarkan sorotan radiasi seperti pancaran mercu suar. Pulsar ditemukan oleh ahli astronomi radio cambridge, Anthony Hewish dan asistennya Jocelyn Bell dalam tahun 1967.
R

RA - Recta Ascensio. Kenaikan tegak; koordinat langit setara dengan garis bujur di Bumi. Ia diukur dengan jam, menit dan detik, dari 00:00 hingga 24:00. Titik pangkal Recta Ascensio ialah di mana matahari bergerak ke utara melewati katulistiwa angkasa. Ini menandai awal vernal equinox, ketika matahari melewati Pisces.

RAKSASA MERAH - Red Giant. Bintang yang lebih besar daripada matahari, dengan suhu permukaan yang lebih rendah. Mereka diperkirakan terbentuk bila bintang membengkak pada akhir kehidupannya. Matahari diperkirakan akan menjadi raksasa merah, seperti Arcturus, dalam kira-kira lima milyar tahun.

RASI - Pola bintang di langit. Orang Yunani Kuno menamakan banyak rasi dengan pahlawan mitologi mereka. Sejak itu telah ditambahkan rasi-rasi lainnya sehingga kini dikenal sebanyak 88 buah rasi.

RIGEL - Salah satu bintang di rasi Orion, merupakan sebuah bintang super-raksasa biru dengan massa 17 kali massa Matahari yang terletak sejauh 775 tahun cahaya. Rigel sesungguhnya adalah sebuah bintang ganda. Ia memiliki pasangan yang mengedarinya dalam jarak 50 kali jarak Pluto ke Matahari.
S

SAGITARIUS - Pemanah. Rasi zodiak yang terletak di langit Belahan Selatan. Matahari melewati rasi ini sebentar pada akhir Nopember. Salah satu bintangnya ialah yang pertama dikenal sebagai sebuah bintang ganda.

SCORPIO - Kalajengking. Rasi langit Belahan selatan. Bintangnya yang paling terang adalah Antares yang terlihat sebagai bintang berwarna kemerahan di "jantung" Scorpio. Matahari melewati rasi ini antara akhir Oktober dan pertengahan Nopember.

SIRIUS - Bintang paling terang di langit malam. Ia adalah bintang putih panas yang terletak sejauh 8,7 tahun cahaya. Sirius diedari sebuah bintang pasangan kerdil putih sekali setiap 50 tahun.

SOLSTICE - Titik balik Matahari, yaitu titik paling utara atau selatan yang dilalui Matahari dalam peredarannya (relatif dilihat dari Bumi). Matahari mencapai titik ini dua kali dalam setahun yaitu sekitar tanggal 21 Juni (titik balik utara, disebut summer solstice) dan 21 Desember (titik balik selatan, disebut winter solstice).

SPICA - Bintang paling terang di rasi Virgo. Ia adalah sebuah sistem bintang ganda beranggotakan dua bintang yang saling mengorbit dalam periode sekitar 4 hari. Bintang dengan magnitudo sebesar 1 ini terletak sejauh 260 tahun cahaya dari Bumi. Namanya berasal dari bahasa latin yang artinya "pucuk gandum".

SUAR - Letupan kecerlangan dari permukaan matahari, lazimnya berhubungan dengan bintik matahari. Suar melepaskan radiasi energi tinggi ke antariksa. Ini dapat menyebabkan gangguan penghentian radio dan pertunjukan atmosfera atas yang dikenal sebagai Aurora.

SUPERNOVA - Ledakan cemerlang sebuah bintang besar pada akhir kehidupannya. Dalam sebuah supernova, bintang itu dapat menyala sampai sebanyak beberapa juta kali kecerlangannya yang normal.
T

TAHUN CAHAYA - Satuan dasar ukuran jarak asronomi. Ia merupakan jarak yang ditempuh sebuah pancaran cahaya dalam satu tahun. Satu tahun cahaya setara dengan 9.460 milyar km. Satu parsek adalah sekitar 3,26 tahun cahaya.

TAURUS - Banteng/lembu jantan. Sebuah rasi besar zodiak dalam langit belahan utara. Matahari melewati rasi ini dari pertengahan Mei hingga akhir Juni. Bintang paling terang dalam Taurus ialah Aldebaran. Rasi ini mengandung kelompok bintang Hyades dan Pleiades, demikian pula Nebula Kepiting.
U

URSA MAIOR - Beruang Besar. Sebuah rasi menonjol langit Belahan Utara. Ketujuh bintangnya yang paling terang bersusun berbentuk gayung, sering disebut sebagai bajak. Dua bintang gayung menunjuk ke Polaris. Bintang kedua di gagangnya dinamakan Mizar, mempunyai pasangan samar dinamai Alkor, tampak dalam pengelihatan tajam atau melalui teropong.

URSA MINOR - Beruang kecil. Sebuah rasi di Kutub Utara langit. Bintangnya yang paling terang adalah Polaris.
V

VARIABEL CEPHEID - Jenis bintang yang keluaran cahayanya berubah secara berkala seraya bergantian ukurannya mengembang dan menyusut. Nama itu diambil dari Delta Cepheid, bintang pertama dari jenis itu yang ditemukan.

VEGA - Bintang paling terang di rasi Lyra, sebuah rasi kecil namun penting yang terletak di antara rasi Hercules dan Cygnus. Bintang dengan magnitudo 0.04 yang terletak sejauh 26 tahun cahaya ini merupakan bintang paling cemerlang nomor lima di langit malam. Karena pengaruh perubahan pada sumbu rotasi bumi, maka Vega diperkirakan akan menjadi bintang kutub dalam jangka waktu 12.000 tahun mendatang.

VIRGO - Perawan. Rasi zodiak yang terletak di daerah khatulistiwa langit. Matahari melewatinya dari pertengahan september hingga awal Nopember. Bintangnya yang paling terang adalah Spica.
Z

ZENITH - Sebuah titik di langit yang terletak tepat diatas kepala, atau lebih tepatnya, titik yang terletak pada deklinasi +90° pada bola langit. Zenith adalah kutub dari sistem koordinat horisontal, dan secara geometris merupakan perpotongan antara bola langit dengan garis lurus yang ditarik dari pusat Bumi melalui lokasi setempat. Secara definisi, zenith adalah sembarang titik di sepanjang Meridian setempat.

ZODIAK - Pita 12 rasi yang depannya dilewati Matahari sepanjang tahun. Tanda-tanda yang dipakai para ahli astrologi tidak sesuai dengan rasi-rasi yang namanya sama.

Apa itu, apa artinya, apakah itu, apa maksudnya, maksud dari, pengertian dari

Cari Kata



Fitur
Tentang situs ini
Peta situs
Histori
F.A.Q
Kontak webmaster

Buku Tamu
Isi Buku Tamu
Baca Buku Tamu


Dirancang dan dipelihara oleh Graifhan Ramadhani

2001 - 2008

bintang variabel


Bintang Variabel Cepheid1

Ferry M. Simatupang & Fajar Dirghantara
I. Pendahuluan

Bintang variabel adalah bintang yang kuat cahayanya berubah-ubah. Dalam The General Catalogue of Variable Stars (yang menjadi katalog standar bagi bintang variabel), bintang variabel dibagi atas tiga tipe, yaitu:
Bintang variabel berdenyut (pulsating variables)
Bintang variabel meledak (eruptive variables)
Bintang variabel gerhana (eclipsing variables)

Pulsating variables adalah bintang variabel yang secara periodik mengembang dan mengerut, berdenyut baik dalam ukuran maupun kuat cahayanya. Dan variabel Cepheid (atau disingkat Cepheid) adalah termasuk bintang variabel jenis ini.

Nama Cepheid sendiri diambil dari nama bintang jenis ini yang pertama kali dipelajari dengan teliti, yaitu d Cephei, bintang keempat paling terang dalam rasi Cepheus. Bintang ini memiliki perubahan kuat cahaya yang teratur. Pada mulanya bintang ini diduga sebagai bintang variabel gerhana, yaitu bintang ganda yang komponennya saling menggerhanai. Namun Belopolsky menemukan bahwa kecepatan radial d Cephei mencapai maksimum pada saat kuat cahayanya minimum. Jadi jelas bintang ini bukan bintang variabel gerhana. Hipotesa yang benar baru dikemukakan pada tahun 1914 oleh Harlow Shapley, bahwa bintang ini berubah kuat cahayanya karena bintang ini berdenyut.
II. Gambaran Umum Variabel Cepheid

Seperti yang telah disebutkan dalam pendahuluan di atas, nama Cepheid diambil dari nama bintang tipe variabel berdenyut yang pertama kali dipelajari dengan teliti, yaitu d Cephei. Bintang besar berwarna kuning ini variabilitas kuat cahayanya ditemukan oleh seorang astronom Inggris, John Goodricke, pada tahun 1784. Bintang ini magnitudonya berubah-ubah dari 3,6 - 4,3 dengan periode 5,37 hari. Contoh lain dari bintang jenis ini adalah Polaris, yang kuat cahayanya berubah dengan 0,1 magnitudo dan dengan periode 3,97 hari.

Gambar 1. Diagram Hertzsprung-Russell

Cepheid adalah bintang yang berada pada tahap raksasa atau maha raksasa merah dalam tahap evolusinya. Bintang ini berluminositas tinggi (radiusnya besar). Sebuah bintang bisa menjadi Cepheid dalam tahap evolusinya, bila jejak evolusi bintang tersebut melewati suatu daerah tertentu dalam diagram HR, yaitu daerah yang dibatasi dengan garis patah, yang disebut Jalur Ketidakmantapan Cepheid (Cepheid Instability Strip) Bila sebuah bintang berada dalam daerah tersebut, ia akan berdenyut. Dan karena evolusinya, bintang akan meninggalkan daerah tersebut dan kembali menjadi bintang normal. Sebuah bintang bisa melewati/melintasi daerah tersebut beberapa kali, atau tidak sama sekali, tergantung pada massanya.

Cepheid berdenyut karena terdapat gangguan pada kesetimbangan hidrostatiknya. Variabilitas kuat cahaya Cepheid disebabkan oleh kontraksinya itu. Karena sesuatu hal, kesetimbangan sebuah bintang dapat terganggu dan bintang akan mengerut. Akibat pengerutan oleh gravitasi ini, tekanan bintang akan meningkat dan melebihi gravitasi, yang memompa bintang sehingga bintang mengembang. Akibat dari mengembangnya bintang, tekanannya kembali turun dan menjadi lebih lemah dari gravitasi, dan gravitasi akan kembali mengakibatkan bintang mengerut, demikian selanjutnya. Perubahan kuat cahaya Cepheid yang disebabkan bintang ini berdenyut, pertama kali disadari oleh Harlow Shapley pada tahun 1914.

Dari penelitian/pengamatan yang dilakukan Henrietta Leavitt atas Awan Magellan, didapat hubungan antara periode dengan luminositas. Semakin besar luminositas suatu bintang semakin lama periodenya. Dengan kata lain, jika kita mengetahui magnitudo mutlak beberapa Cepheid, dapat diplot hubungan magnitudo mutlaknya terhadap periode. Dari hubungan ini, kita dapat menentukan jarak sembarang Cepheid di galaksi-galaksi lain (berarti juga penentuan jarak galaksi-galaksi itu) cukup dengan hanya mengetahui periodenya saja.

Harlow Shapley adalah salah satu pelopor penting dalam pengukuran jarak Cepheid dalam galaksi kita. Dan ia membuat diagram hubungan periode-luminositas seperti yang disebutkan di atas. Ia juga membuat taksiran jarak Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil dengan cara membandingkan periode Cepheid di Awan Magellan tersebut dengan Cepheid dalam Bima Sakti. Baru pada awal tahun 1950-an disadari bahwa perhitungan Shapley kurang tepat, karena dalam perhitungan itu ia melibatkan Cepheid-Cepheid dari tipe yang berbeda-beda. Pengukuran jarak Cepheid yang terbaik saat ini adalah yang dilakukan pada tahun 1954 oleh Blaauw dan Morgan.
III. Mekanisme Kontraksi

Dalam suatu tahap dari evolusinya, sebuah bintang dapat berada dalam daerah ketidakstabilan Cepheid. Ketika berada dalam daerah ini, bintang akan terganggu kesetimbangan hidrostatiknya, dimana gaya gravitasinya tidak lagi diimbangi oleh tekanan dari dalam/pusat bintang.

Gambar 2. Cepheid (kanan), bintang raksasa berdenyut. Bintang kecil di sebelah kiri adalah matahari. (lihat juga animasi GIF dan model 3D VRML-nya)

Ada sejumlah tertentu energi yang terlibat dalam proses denyutan: sebagian dalam bentuk energi kinetik (T), sebagian dalam bentuk energi potensial (V), dan sebagian dalam bentuk energi termal/internal (Eint). Ketika dalam proses denyutan itu bintang mencapai ukuran maksimum, energi denyutannya adalah berbentuk V, yang akan mengakibatkan bintang mengerut. Ketika mulai terjadi pengerutan, energinya (dalam kasus ini adalah V) sebagian mulai berubah menjadi T dan terus berlangsung sampai ukuran kesetimbangan tercapai, yaitu ukuran bintang di mana gaya gravitasi diimbangi oleh tekanan dari dalam (jadi seperti bintang normal, terdapat kesetimbangan hidrostatik). Namun massa yang bergerak ke dalam tadi masih memiliki T yang berasal dari transformasi V ketika terjadi pengerutan. Akibatnya bintang meski telah mencapai ukuran kesetimbangannya, akan terus mengerut. Pengerutan yang terjadi setelah bintang melewati ukuran kesetimbangannya ini, akan mengubah T menjadi Eint, sampai akhirnya pengerutan berhenti karena seluruh T telah diubah menjadi Eint. Pada saat ini Eint akan lebih besar dari V. Dan pada saat ini energi denyutan adalah energi termal/internal (Eint), akibatnya bintang akan mengembang.

Pada proses pengembangan ini, Eint diubah menjadi T. Sehingga terjadi proses seperti di atas namun dalam arah yang berlawanan. Denyutan ini, yaitu pengembangan dan pengerutan, akan terus berlangsung.

Dalam proses pengembangan, gaya gravitasi akan menurun, tetapi tekanan di dalam bintang akan menurun lebih cepat lagi, sehingga bintang tetap akan mengerut. Dalam setiap denyutan, selalu terjadi disipasi energi (pembuangan energi). Sejumlah energi akan dipancarkan/diubah menjadi energi radiasi atau konveksi. Ini berarti lama kelamaan tidak akan tersedia cukup energi bagi bintang untuk kembali ke keadaannya semula, sehingga denyutan akan teredam. Andai tidak terjadi pembuangan energi, akan selalu tersedia cukup energi termal/internal (Eint) selama pengerutan untuk mendorong bintang ke keadaannya semula, yang menjamin denyutan akan terus berlangsung. Pengamatan terhadap Cepheid ini menunjukkan bahwa ada suatu mekanisme pendorong yang menyediakan energi bagi proses denyutan tersebut untuk menggantikan energi yang dibuang/hilang sebagai energi radiasi atau konveksi.

Untuk menjelaskan mekanisme yang menjaga agar denyutan terus berkembang ini, A. S. Eddington mengajukan dua alternatif:
Bergantung pada sumber energi bintang itu sendiri, yaitu reaksi nuklir yang berlangsung di dekat pusat bintang tersebut. Akibat dari pengerutan, kerapatan massa akan bertambah, begitu pula dengan temperaturnya. Ini juga akan membuat energi dalam meningkat. Mekanisme ini menyediakan energi internal ekstra yang dibutuhkan untuk mengganti energi yang dibuang dan memberikan pada bintang tersebut tekanan keluar yang lebih kuat. Maka akan terjadi denyutan (mengerut dan mengembang) yang stabil. Namun kemudian diketahui bahwa denyutan ini tidak sampai meluas cukup jauh ke bagian pusat bintang di mana reaksi nuklir ini terjadi. Jadi mekanisme ini bukan merupakan sebab yang cukup untuk menerangkan mengapa bintang terus berdenyut stabil.
Mekanisme katup. Energi mengalir terus-menerus keluar dari sebuah bintang. Jika energi ini sebagiannya dibendung selama pemampatan dan dilepaskan ketika proses pengembangan, maka energi ini akan dapat membantu menggantikan energi yang dibuang (ketika mengembang) dan menjadi mekanisme pendorong bagi bintang untuk mempertahankan denyutannya. Biasanya hal seperti itu tidak terjadi karena materi bintang lebih transparan pada temperatur yang lebih tinggi. Namun untuk daerah di mana terdapat unsur-unsur seperti hidrogen dan helium dalam jumlah melimpah yang sedang diionisasi, kapasitas panas dan penyerapan bekerja pada arah yang benar. Daerah di mana terjadi ionisasi pada atom helium dan hidrogen merupakan selubung tipis di bagian luar bintang (yang bila terjadi pengerutan, temperatur di daerah tersebut akan naik), dan di daerah inilah akan terjadi denyutan. Jadi yang menjadi pendorong denyutan bintang Cepheid adalah mekanisme tersebut, yaitu dari peristiwa ionisasi dan rekombinasi atom hidrogen dan helium di bagian luar bintang.

Seperti yang telah disebutkan di depan, Cepheid adalah bintang raksasa atau maharaksasa merah. Pada bagian luar bintang yang temperaturnya relatif rendah ini, sebagian besar hidrogen dan helium benda dalam keadaan netral. Bintang akan mengerut oleh sesuatu hal. Akibatnya temperatur di daerah tersebut akan meningkat, yang kemudian menyebabkan terjadinya ionisasi atom hidrogen dan helium (yang merupakan suatu selubung tipis). Proses ionisasi ini akan menyerap energi dari dalam bintang. Ini menyebabkan temperatur di daerah tersebut akan meningkat. Tetapi peningkatannya tidak terlalu besar. Akibatnya aliran pancaran energi akan terhambat dan kekedapannya bertambah, tekanan akan meningkat dengan cepat sehingga bintang akan mengembang lagi. Ini berarti akan terjadi pemancaran energi sehingga akan terjadi peristiwa kebalikan dari ionisasi, yaitu rekombinasi ion di daerah ionisasi tersebut.

Tidak semua bintang akan berdenyut, karena ukuran dan posisi daerah ionisasi ini cukup kritis. Jika daerah ini terletak terlalu ke dalam, amplitudo denyutan akan terlalu kecil untuk dapat menyebabkan terjadinya denyutan. Sedangkan bila terletak terlalu keluar, ia tidak akan melibatkan cukup massa untuk diionisasi dan menyerap energi.

Sebagai contoh untuk melihat keadan fisik bintang selama berdenyut, kita akan meninjau d Cephei. Dari perhitungan (integrasi kurva kecepatan terhadap waktu naik atau turunnya permukaan bintang), didapat fotosfer d Cephei berdenyut dengan selisih jari-jarinya sebesar kurang dari 3 juta km. Sementara itu dengan hukum Stefan, dapat dihitung jari-jari rata-rata dari d Cephei adalah 40 juta km. Ini berarti selama siklus berdenyutnya, jari-jari d Cephei berubah sebesar 7/8%.
IV. Jenis-jenis Cepheid

Variabel Cepheid ternyata dapat dibedakan menjadi dua tipe:
Cepheid klasik/ tipe I (populasi I)
Cepheid tipe II/ W. Virginis (populasi II)

Kedua tipe Cepheid ini memiliki perbedaan yang cukup besar. Berikut kita lihat perbedaan antara kedua jenis cepheid ini:

A. Cepheid klasik:
Periode: 1- 50 hari (kebanyakan 5 hari)
Massa: 3,7 - 14 massa matahari
Radius rata-rata: 14 - 200 radius matahari
Tefektif: 5400 - 6900 K
Tergolong bintang populasi I (bintang muda) sehingga biasanya berada pada ruang yang penuh debu antar bintang (kadang bercampur).
Ditemukan pada piringan galaksi.
Perubahan indeks warnanya lebih cepat.
Tidak menunjukkan garis H yang kuat walaupun lebih berada pada terang maksimum.
Kurva cahaya lebih tajam.



B. Cepheid tipe II:
Periode: 1 - 100 hari (kebanyakan 5 - 20 hari)
Tergolong populasi II (bintang tua).
Banyak ditemukan di gugus bola.
Mengandung lebih banyak H dan He dengan perbandingan antara 3:1 sampai 10:1, ini kira-kira sama dengan komposisi planetary nebula.
Biasanya berada dalam ruang yang bersih dari debu antar bintang.
Perubahan indeks warnanya (dalam grafik) lebih lambat dari pada tipe I.
Pada terang maksimum, spektrumnya menunjukkan garis H yang kuat.
Pada periode yang sama dengan tipe I, Cepheid tipe II ini mempunyai kelas spektrum yang lebih awal.
Pada kurva cahayanya, garis maksimumnya lebih panjang (pada garis menurun).
V. Penentuan Jarak (Hubungan Periode-Luminositas)

Dari pengamatan yang dilakukan atas sekitar 25 buah Cepheid yang berada dalam Awan Magellan Kecil, Henrietta Leavitt menemukan hubungan antara periode-luminositas. Astronom dari Harvard Colloge Observatory itu merajah kurva cahaya ke-25 buah Cepheid tersebut pada tahun 1912. Ia menemukan periode bintang-bintang tersebut berhubungan dengan kecerlangan relatif bintang-bintang yang bersangkutan. Semakin terang penampakan sebuah Cepheid semakin panjang periode variasi kuat cahayanya. Dan karena Cepheid-Cepheid yang diamati tersebut berada dalam satu gugus galaksi maka jaraknya bisa dianggap sama. Ini berarti magnitudo absolut Cepheid berhubungan dengan periodenya. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa hubungan tersebut berlaku pada semua Cepheid di Awan Magellan Besar, Awan Magellan Kecil dan galaksi lainnya.

Cepheid yang berada dalam galaksi kita adalah bintang-bintang yang luminositasnya tinggi. Dengan asumsi bahwa Cepheid dalam Awan Magellan Kecil tersebut adalah objek yang serupa dengan Cepheid dalam galaksi kita, tentu Cepheid di Awan Magellan Kecil itu juga berluminositas tinggi. Dan karena Cepheid di Awan Magellan Kecil nampaknya redup, pasti jaraknya jauh lebih besar dibanding jarak Cepheid di dalam Bima Sakti. Sayangnya yang kita ketahui dengan pasti hanya periodenya saja sedangkan magnitudo mutlaknya tidak kita ketahui. Yang bisa kita ketahui hanyalah perbandingan magnitudo mutlaknya, yang berarti juga perbandingan jarak antara Cepheid-Cepheid tersebut. Namun kita tidak tahu berapa jauhnya Cepheid itu dari kita.

Andai diketahui jarak beberapa Cepheid secara pasti, maka hanya dengan membandingkan periodenya kita dapat menentukan jarak sembarang Cepheid lainnya. Yang menjadi masalah adalah Cepheid-Cepheid yang berada dalam Bima Sakti tidak satupun yang terletak cukup dekat dengan kita agar paralaks trigonometri dapat diterapkan. Sehingga dalam hal ini mesti digunakan paralaks statistik. Masalah kedua adalah Cepheid-Cepheid tersebut berada di bidang galaksi, di mana antara kita (pengamat) dengan Cepheid-Cepheid tersebut terdapat debu antar bintang yang banyak menyerap dan menghamburkan cahaya dari Cepheid-Cepheid itu. Sehingga koreksi perlu dilakukan di sini.

Hanya sekitar satu tahun setelah Leavitt menemukan hubungan periode-luminositas, E. Hertzsprung mencoba mengukur jarak Cepheid-Cepheid terdekat dalam galaksi kita. Astronom Denmark ini menggunakan paralaks statistik untuk menentukan jarak Cepheid-Cepheid tersebut. Dengan jarak yang diperolehnya, Hertzsprung dengan mudah menghitung magnitudo mutlaknya. Ia lalu mengkalibrasi hubungan magnitudo mutlak dengan periode, lalu dengan membandingkan periode Cepheid dalam Awan Magellan Kecil ia menemukan bahwa jarak Awan Magellan Kecil tersebut adalah 30 ribu tahun cahaya. Hasil perhitungan modern memberikan angka 170 ribu. Perbedaan hasil perhitungan modern dengan hasil yang diperoleh Hertzsprung adalah diakibatkan karena ia tidak memperhitungkan materi antar bintang. Materi antar bintang terdapat dalam jumlah yang melimpah pada piringan galaksi dan ia memblok cahaya Cepheid-Cepheid tersebut sehingga kelihatannya lebih redup.

Sementara itu Harlow Shapley sekitar setahun kemudian, menggunakan Cepheid sebagai pengukur jarak dalam usahanya membuat peta Bima Sakti. Pada umumnya, hasil kalibrasi Shapley untuk periode-luminositas ini diterima dengan baik sampai awal tahun 1950-an, ketika Baade menyadari bahwa diperlukan perubahan hasil kalibrasi oleh Shapley. Perubahan diperlukan karena Shapley melibatkan dua jenis bintang variabel lainnya, yaitu Cepheid tipe II dan RR Lyrae. Pada waktu itu memang belum diketahui bahwa ada Cepheid yang memiliki karakteristik yang berbeda. Cepheid tipe II memiliki magnitudo 1,5 lebih tinggi dibanding tipe I.

Diantara dua tipe Cepheid ini, yang tipe I adalah yang terpenting dalam penentuan jarak galaksi. Ini karena tipe I biasanya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari tipe II dalam sebuah galaksi. Sebagai contoh, dapat kita lihat pada Awan Magellan Kecil, terdapat sekitar 1115 buah Cepheid tipe I dan 17 buah tipe II. Cepheid tipe II agak lebih jarang digunakan karena selain jumlahnya yang sedikit, juga karakteristiknya masih belum banyak diketahui.

Perhitungan terbaik yang dipakai sekarang ini adalah yang dibuat oleh Blaauw dan Morgan (1954). Jadi dengan membandingkan periode dari Cepheid yang berada dalam sebarang galaksi, sekarang kita dapat menentukan jarak galaksi itu.
VI. Kesimpulan

Variabel Cepheid termasuk bintang variabel berdenyut, yaitu bintang variabel yang variabilitas kecerlangannya disebabkan oleh intrinsik bintang itu sendiri. Penyebab dari berdenyutnya Cepheid adalah ionisasi dan rekombinasi hidrogen dan helium di suatu selubung tipis pada bagian luar bintang. Bintang akan berdenyut bila jejak evolusinya melewati suatu daerah tertentu dalam diagram HR, yang disebut jalur ketidakmantapan Cepheid.

Pada bintang Cepheid ini ditemukan hubungan periode-luminositas, dimana Cepheid yang memiliki luminositas yang besar akan memiliki periode yang lama. Dan satu hal yang sangat menguntungkan adalah bahwa Cepheid adalah bintang yang berluminositas tinggi sehingga dapat digunakan untuk mengukur jarak galaksi yang terletak sangat jauh (tentu saja yang memiliki Cepheid).

Cepheid meski bukanlah bintang berdenyut yang paling banyak jumlahnya, namun bintang variabel jenis ini memiliki arti penting dalam astronomi. Karena dari hubungan periode-luminositasnya, kita dapat dengan mudah menghitung jarak sembarang galaksi dengan hanya mengetahui periode dari Cepheid yang berada dalam galaksi tersebut.

Cepheid sendiri dapat dibedakan dalam dua tipe, yaitu Cepheid Klasik (Cepheid tipe I) dan W Virginis (Cepheid tipe II). Tipe I adalah yang paling penting dari kedua tipe itu, karena selain terdapat dalam jumlah yang lebih banyak, Cepheid tipe I ini mempunyai luminositas yang lebih tinggi dibanding dengan tipe II. Cepheid dapat dikatakan sebagai meteran bagi astronomi dalam mengukur jarak.
Daftar Pustaka

Sutantyo, W., 1984, Astrofisika Mengenal Bintang, Penerbit ITB, Bandung

Abell, G. O., 1982, Exploration of the Universe, Saunders College Publishing, Philadelphia

Swihart, T. L., 1968, Astrophysics and Stellar Astronomy, John Wiley & Sons, New York

Strohmeier, W., 1972, Variable Stars, Pergamon Press, Oxford

Baker, R. H., 1990, The Practical Astronomer, Simon & Schuster Inc., New York

1Tugas presentasi mata kuliah Astrofisika II 1993 Copyright © 2000 Ferry's Astronomy

Kamis, 10 Januari 2008

second change

The Devil Is In The Details
Ditulis Oleh Didik Wijaya
Minggu, 10 Desember 2006



Beberapa kelemahan yang sering ditunjukkan oleh para penulis pemula adalah sedikitnya detil yang digunakan untuk memperkuat cerita. Padahal walaupun sepele, detil berguna untuk menambah kekuatan karakter ataupun memperkaya setting.

Cerita Anda akan lebih nyata kalau dibantu dengan detil. Manusia memiliki berbagai macam indera. Gunakan indera tersebut untuk membuat cerita Anda nyata di mata pembaca, di telinga pembaca, di lidah pembaca, di hidung pembaca, atau di kulit pembaca.

Masih ingat dengan penggalan cerita di dalam artikel Show, Don't Tell? Di bawah ini akan ditampilkan lagi penggalan cerita tersebut.
Sepuluh menit lagi! Susan melirik jam bulat di dinding, sambil tangannya menyuapkan sesendok terakhir sereal kesukaannya. Ia masih sempat mencomot sari buah kotak yang ada di kulkas. Cepat-cepat ia berlari keluar rumah, masuk ke mobil, dan meluncur ke jalan. Sambil sesekali menyeruput sari buah, bibir Susan komat-kamit menghafal jawaban yang mungkin diajukan calon pewawancaranya nanti. Ia sudah menyiapkannya sejak tadi malam. Tekadnya bulat untuk mendapatkan pekerjaan itu.









Perhatikan di dalam cerita itu terdapat beberapa detil, misalnya ada jam dinding bulat, sereal, sari buah yang ada di kulkas, dll. Penggalan cerita ini menggambarkan Susan yang terburu-buru untuk wawancara, menyukai sereal, memiliki mobil. Hanya itu. Siapa sebenarnya Susan kita tidak tahu.

Sekarang perhatikan penggalan cerita yang sama di atas diberi sedikit modifikasi:
Sepuluh menit lagi! Susan melirik swatch yang melingkar manis di pergelangan tangannya, sambil tangannya menyuapkan potongan terakhir pizza peperoni. Ia masih sempat mencomot sekaleng coke yang ada di kulkas. Cepat-cepat ia berlari keluar rumah, mengunci pintu, dan segera masuk ke dalam jazz biru matik hadiah papanya, dan melaju ke jalanan. Sambil sesekali menyeruput coke-nya, bibir Susan komat-kamit menghafal jawaban yang mungkin diajukan calon pewawancaranya nanti. Ia sudah menyiapkannya sejak tadi malam. Tekadnya bulat untuk mendapatkan pekerjaan itu.











Sekarang kita bisa melihat, setidaknya kita bisa menduga, Susan berasal dari keluarga menengah atas, usianya masih muda, mandiri dan tinggal sendirian.

Sekarang perhatikan penggalan cerita yang sama di atas dengan sedikit modifikasi yang berbeda:
Sepuluh menit lagi! Susan melirik jam bulat di dinding, sambil tangannya menyuapkan sesendok terakhir nasi goreng yang dibuat mamanya. Ia masih sempat mencomot botol yang sudah diisi air putih yang ada di kulkas. Cepat-cepat ia berlari keluar rumah, tidak lupa mencium tangan mamanya, dan melompat ke jok belakang motor ojek yang sudah menunggu dari tadi, dan meluncur ke jalan. Sambil sesekali menyeruput air putih yang dibawanya tadi, bibir Susan komat-kamit menghafal jawaban yang mungkin diajukan calon pewawancaranya nanti. Ia sudah menyiapkannya sejak tadi malam. Tekadnya bulat untuk mendapatkan pekerjaan itu.











Sekarang Susan menjadi tinggal bersama orang tuanya, berasal dari keluarga menengah bawah, memiliki hubungan dengan orang tua yang baik, terlihat sebagai anak yang berbakti.

Di sini Anda tidak perlu menceritakan kalau Susan miskin, Susan kaya, Susan begini, atau Susan begitu, karena detil sudah menceritakan segalanya. Show them as details, don't tell them literally! Jadi perhatikan detil, karena ia bisa menjadi teman atau musuh Anda. Sebagai teman, ia bisa membuat cerita Anda menyakinkan, menjadi lebih berkarakter, tetapi sebaliknya ia bisa membuat cerita Anda menjadi tidak masuk akal karena detil yang bertentangan, atau menjadi hambar miskin ekspresi juga karena detil yang sangat minim.

Apakah detil hanya berlaku bagi fiksi? Tidak. Naskah non fiksi pun harus memperhatikan detil. Apa yang Anda tulis memerlukan bukti, seperti kutipan, angka, statistik, dll. Bandingkan kalimat: "Kebanyakan anak sekarang menderita obesitas", dengan "Setiap 55 dari 100 orang anak di bawah 12 tahun menderita obesitas". Berbeda bukan? Ingat detil, detil, detil!

It's true. The Devil is in the details.

cara membuat ide

Memilih Sudut Pandang
Ditulis Oleh Didik Wijaya
Rabu, 31 Oktober 2007



Sudut pandang atau point of view di dalam cerita fiksi pada prinsipnya adalah siapa yang menceritakan cerita tersebut. Sudut pandang itu seperti kita melihat sesuatu peristiwa melalui mata 'seseorang'. Kejadian yang sama di mata anak-anak dan orang dewasa tentu berbeda, sehingga sudut pandang sangat berpengaruh pada bagaimana cerita itu akan diceritakan. Bagaimana nuansa, gayanya, dan bahkan makna cerita itu bisa berbeda tergantung sudut pandang mana yang dipakai.

Misalkan saja kita memiliki sebuah cerita tentang pembunuhan serial. Kita memiliki beberapa tokoh, yaitu detektif yang bertugas menangani kasus itu, si pembunuh yang mengincar korbannya, dan seseorang yang mungkin menjadi korban berikutnya. Minimal, dari cerita itu kita memiliki ada 3 sudut pandang penceritaan yang berbeda. Apakah kita akan mengikuti gaya cerita cerdas si detektif, atau menyelami psikologi temperamental si pembunuh, atau bersama-sama korban harap-harap cemas menanti kejutan dari si pembunuh. Atau bisa juga Anda melihat dari sudut pandang seorang reporter yang melaporkan kejadian pembunuhan itu. Setidaknya dari cerita ini saja ada 4 variasi sudut pandang yang bisa Anda pakai.

Kalau mau lebih nyentrik lagi, bisa saja Anda menggunakan sudut pandang dari cermin yang ada di rumah korban, atau lebih ekstrim lagi sudut pandang lalat yang kebetulan menclok di tubuh korban. Banyak sekali kemungkinan sudut pandang yang dapat digunakan.

Ada dua sudut pandang yang biasa dipakai di dalam penulisan fiksi, antara lain:
1. First Person Point of View (Sudut Pandang Orang Pertama)
Di sini, narator berperan sebagai salah satu karakter. Karakter dipakai biasanya adalah karakter utama di cerita. Biasanya sudut pandang ini mudah dikenali, dengan 'aku' atau 'saya' sebagai karakter utama.

2. Third Person Point of View (Sudut Pandang Orang Ketiga)
Sudut pandang orang ketiga dipakai bila kita menggunakan narator yang tidak ikut menjadi salah satu karakter fiksi tersebut. Namun, narator tersebut mengetahui apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh karakter-karakter tersebut. Mungkin bisa Anda analogikan sebagai reporter di cerita pembunuhan di atas.

Sudut pandang orang ketiga bisa dibedakan lagi menjadi Omniscient atau Limited. Kalau di Omniscient Point of View, orang ketiga tersebut mengetahui semuanya tentang seluruh karakter cerita, baik perasaannya atau pikirannya. Sedangkan yang Limited, orang ketiga itu hanya mengetahui tentang beberapa karakter saja.

Jadi manakah yang harus dipilih? Tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini. Semua sudut pandang bisa menghasilkan cerita yang hebat, tergantung Anda sebagai penulis untuk mengolahnya.

Jadi, Anda dapat bermain-main dengan gaya cerita, nuansa cerita hanya dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda. Cobalah mengeksplorasi cerita Anda dengan mencoba sudut pandang yang lain, mungkin akan menghasilkan cerita yang lebih baik lagi.

Selamat Menulis



oleh Didik Wijaya
copyright Penerbit Escaeva

sekata kata cinta

sekata punya utang pada sebaris kalimat untuk
mengucapnya dalam bentuk indah serupa puisi
sepagraf menengok janji di sepanjang kertas putih
mengisi tiga lembar ceritapendek berujud cerpen
di sepanjang bab bercerita kata kalimat paragraf
malumalu muncul karna hebat dikata novel

wahhh....

kata tak selalu indah bukan
juga kalimat apalagi paragraf
maka tulisan indah ajaran
guru sekolah dasar senilai seni

hak mereka tak bisa semerdu puisi
mencipta setiga lembar cerpen
juga mau mereka tak bisa membuat
tangis dan bahagia karna novel

karna kata milik semua
telahnya dibaptis oleh tuhan
dan dijunubkan kesaksian
bersemedi di alam kebenaran
terlahir kembali dari sejarah

mari bersenandung kenang
kala belajar memegang pena
dan menulis sehuruf mencipta kata

ia lebih indah serupa puisi
ia memenuhi janji melebihi cerpen
ia pun membuatku lebih tangis dan bahagia

ada seorang, hanya dia yang kutahu
tak bisa mencipta kata, mencipta huruf
indahnya alamak, maka menulis baginya
memahat kata dengan seni pada batu
bukan pasir yang mudah hilang karna ombak

itu juga indah bukan
tak siasia guru sekolah dasar
mengajar tulisan indah

sejarah tahun hijriyah

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (Bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Di kebanyakan negara-negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Hijriyah menggunakan sistem kalender lunar (komariyah).

Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.Daftar isi
1 Karakteristik
2 Nama-nama bulan
3 Nama-nama hari
4 Sejarah
4.1 Sistem kalender pra-Islam di Arab
4.2 Revisi penanggalan
4.3 Penentuan Tahun 1 Kalender Islam
5 Tanggal-tanggal penting
6 Hisab dan Rukyat
7 Rupa-rupa
8 Kalender Hijriah dan Penanggalan Jawa
9 Lihat pula


[sunting] Karakteristik

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan matahari (perihelion). Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari matahari (aphelion). dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari)

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

[sunting] Nama-nama bulan

Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:
Muharram
Safar
Rabiul awal
Rabiul akhir
Jumadil awal
Jumadil akhir
Rajab
Sya'ban
Ramadhan
Syawal
Dzulkaidah
Dzulhijjah

[sunting] Nama-nama hari

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:
al-Ahad (Minggu)
al-Itsnayn (Senin)
ats-Tsalaatsa' (Selasa)
al-Arba'aa' (Rabu)
al-Khamiis (Kamis)
al-Jum'aat (Jum'at)
as-Sabt (Sabtu)

[sunting] Sejarah

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun demikian, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.

[sunting] Sistem kalender pra-Islam di Arab

Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

[sunting] Revisi penanggalan

Pada era kenabian Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah Hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.

[sunting] Penentuan Tahun 1 Kalender Islam

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.

Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.

[sunting] Tanggal-tanggal penting

Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:
1 Muharram: Tahun Baru Hijriyah
10 Muharram: Hari Asyura. Hari ini diperingati bagi kaum Syi'ah untuk memperingati wafatnya Imam Husain bin Ali
12 Rabiul Awal: Maulud Nabi Muhammad (hari kelahiran Nabi Muhammad)
27 Rajab: Isra' Mi'raj
Bulan Ramadan: Satu bulan penuh umat Islam menjalankan Puasa Ramadan
27 Ramadan: Nuzulul Qur'an (di Indonesia dan Malaysia diperingati setiap tanggal 17 Ramadan)
10 hari terakhir di Bulan Ramadan terjadi Lailatul Qadar
1 Syawal: Hari Raya Idul Fitri
9 Dzulhijjah: Wukuf di Padang Arafah
10 Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha

[sunting] Hisab dan Rukyat

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni mengamati penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah bulan baru (ijtima). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Apabila hilal terlihat, maka pada petang tersebut telah memasuki tanggal 1.

Sedangkan hisab adalah melakukan perhitungan untuk menentukan posisi bulan secara matematis dan astronomis. Hisab merupakan alat bantu untuk mengetahui kapan dan dimana hilal (bulan sabit pertama setelah bulan baru) dapat terlihat. Hisab seringkali dilakukan untuk membantu sebelum melakukan rukyat.

Penentuan awal bulan menjadi sangat signifikan untuk bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah, seperti bulan Ramadan (yakni umat Islam menjalankan puasa ramadan sebulan penuh), Syawal (yakni umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri), serta Dzulhijjah (dimana terdapat tanggal yang berkaitan dengan ibadah Haji dan Hari Raya Idul Adha). Penentuan kapan hilal dapat terlihat, menjadi motivasi ketertarikan umat Islam dalam astronomi. Ini menjadi salah satu pendorong mengapa Islam menjadi salah satu pengembang awal ilmu astronomi sebagai sains, lepas dari astrologi pada Abad Pertengahan.

Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung (rukyatul hilal). Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan matematis), tanpa harus benar-benar mengamati hilal. Metode hisab juga memiliki berbagai kriteria penentuan, sehingga seringkali menyebabkan perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri.

[sunting] Rupa-rupa
Menurut perhitungan, dalam satu siklus 30 tahun Kalender Hijriyah, terdapat 11 tahun kabisat dengan jumlah hari sebanyak 355 hari, dan 19 tahun dengan jumlah hari sebanyak 354 hari. Dalam jangka panjang, satu siklus ini cukup akurat hingga satu hari dalam sekitar 2500 tahun. Sedangkan dalam jangka pendek, siklus ini memiliki deviasi 1-2 hari.
Microsoft menggunakan Algoritma Kuwait untuk mengkonversi Kalender Gregorian ke Kalender Hijriyah. Algoritma ini diklaim berbasis analisis statistik data historis dari Kuwait, namun dalam kenyataannya adalah salah satu variasi dari Kalender Hijriyah tabular.
Untuk konversi secara kasar dari Kalender Hijriyah ke Kalender Masehi (Gregorian), kalikan tahun Hijriyah dengan 0,97, kemudian tambahkan dengan angka 622.
Setiap 33 atau 34 tahun Kalender Hijriyah, satu tahun penuh Kalender Hijriyah akan terjadi dalam satu tahun Kalender Masehi. Pada tahun 1429 H nanti, akan terjadi sepenuhnya pada tahun 2008 M.

[sunting] Kalender Hijriah dan Penanggalan Jawa

Sistem Kalender Jawa berbeda dengan Kalender Hijriyah, meski keduanya memiliki kemiripan. Pada abad ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem penanggalan Kalender Saka (berbasis matahari) yang berasal dari India. Sistem penanggalan ini digunakan hingga pada tahun 1625 Masehi (bertepatan dengan tahun 1547 Saka), Sultan Agung mengubah sistem Kalender Jawa dengan mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, seperti nama-nama hari, bulan, serta berbasis lunar (komariyah). Namun demikian, demi kesinambungan, angka tahun saka diteruskan, dari 1547 Saka Kalender Jawa tetap meneruskan bilangan tahun dari 1547 Saka ke 1547 Jawa.

Berbeda dengan Kalender Hijriah yang murni menggunakan visibilitas Bulan (moon visibility) pada penentuan awal bulan (first month), Penanggalan Jawa telah menetapkan jumlah hari dalam setiap bulannya.

[sunting] Lihat pula
Hisab dan rukyat
Islam
Kalender
Kalender Gregorian
Kalender JulianBulan dalam kalender hijriyah

Muharram – Safar – Rabiul awal – Rabiul akhir – Jumadil awal – Jumadil akhir – Rajab – Sya'ban – Ramadhan –

Selasa, 01 Januari 2008

cinta untuk sahabat


dalam kata kerinduan kumencari impian
dalamsayap sayap patah
dalam kata yang terindah mungkin
ada cinta untuk dirimu wahai kekasih